Pemudik naas itu diketahui bernama Edi Priyanto (54) warga Jalan Wilis Mukti 3 Nomor 62 Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kediri.
Di saku korban, juga ditemukan KTP atas nama korban dengan alamat Labuhan Badas, Kauman, Sumbawa Nusa tenggara Barat.
Keterangan yang di peroleh dari anggota Polsek KPPP, korban sebelum ditemukan tewas terlihat sempoyongan saat kapal baru saja meninggalkan pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang.
"Informasinya tadi langsung tak sadarkan diri, awalnya diperkirakan hanya pingsan saja," kata Bripda Aris salah seorang anggota Polsek KPPP kepada detiksurabaya.com.
Dari identitasnya di ketahui Edi adalah karyawan dari Direktorat Jenderal Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) atau yang dulunya dikenal Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KBKN) di Denpasar.
Informasi ini dibenarkan oleh Herman, tetangga korban di Kediri yang sekarang bekerja di kantor pos dan tinggal di Perumahan Sobo Banyuwangi.
"Di kepala kantor KPPN di Denpasar," ungkap Herman kepada wartawan di RSUD Blambangan.
Menurut Herman, dirinya dihubungi oleh seorang petugas kapal dengan Handphone korban, saat kapal masih berada di tengah laut. Saat itu dikabarkan korban dalam keadaan kritis. Herman diminta oleh petugas kapal tersebut untuk menjemput Edi di Pelabuhan ketapang.
"Saat tiba di pelabuhan ternyata Pak Edi sudah meninggal," kata Herman yang sebelumnya sempat bertetangga dengan korban di Kediri ini.
Herman menambahkan jika menurut keluarga Edy akan pulang ke rumahnya di Kediri. Edy, menurut Herman, berniat mengajak keluarganya berlibur di Bali setelah lebaran mendatang. "Saat ini keluarganya minta saya untuk mengurus jenazahnya," tandasnya.
Begitu tiba di Pelabuhan Ketapang, jenazah korban langsung dilarikan menuju kamar mayat RSUD Blambangan di Jalan Letkol Istiklah Banyuwangi untuk mendapatkan Visum. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian korban. Dugaan sementara kata Herman, korban menderita penyakit Jantung.
(gik/gik)











































