Mereka menggelar aksi karena tidak mendapatkan program bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2008 ini. Mereka yang mayoritas lansut usia itu nekat menerobos pintu Komisi D yang sedang menggelar rapat dengan instansi terkait membahas BLT. Para pengunjuk rasa juga membawa berbagai macam poster bertuliskan kecaman dan protes terhadap penentu kebijakan BLT.
Koordinator warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu Bangkalan, M. Sholeh mengatakan, tahun lalu gakin sebayak 153 orang menerima BLT, tapi tahun 2008 ini tak lagi menerima. Padahal, sudah jelas warga miskin dan lanjut usia.
"Kami heran, kenapa pada tahun 2008 ini tidak menerima BLT seperti gakin yang lain. Siapa yang makan uang kami. Ini permainan siapa. Kami butuh uang untuk lebaran," kata Sholeh kepada wartawan di gedung DPRD Kabupaten Bangkalan, Madura.
Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan oleh para gakin. Mulai menanyakan langsung pencairan BLT ke kantor pos, hingga ke dinas sosial dan BPS. Hasil yang didapat sia-sia, warga sama sekali tidak mendapat kepastian tentang jawaban kenapa mereka tidak memperoleh BLT.
"Sebelumnya kami disuruh membuat surat keterangan dari kades, lalu diajukan ke PT Pos, tapi pencairan tidak bisa dilakukan. Sepertinya kami dipimpong, sehingga terpaksa datang ke kantor dewan," ujar Sholeh.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Abdul Jalil mengatakan, warga gakin yang tak mendapat BLT sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait, baik PT Pos maupun dengan Dinas Sosial.
"Para gakin itu akan mendapatkan BLT atau tidak, dewan tidak bisa memutuskan. Yang penting persoalannya disampaikan dulu pada instansi yang terkait," kata Jalil kepada wartawan di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta. (fat/fat)










































