Hampir seluruh warga di Dusun Krajan, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon tidak tidur malam itu. Mereka turut penasaran ingin mengetahui hasil penyelamatan yang dilakukan polisi.
Warga mengaku menunggu hasil akhir penyanderaan itu mulai pukul 17.30 WIB, Rabu (24/9/2008) hingga pukul 05.00 WIB pagi tadi. Sebelum Erna berhasil dikeluarkan dari rumah Agung, warga mendengar suara tembakan sebanyak 6 kali. Namun warga tidak bisa melihat jelas saat-saat polisi melumpuhkan tersangka. Pasalnya, polisi melarang warga mendekat demi alasan keamanan.
"Yang jelas saya mendengar ada 6 tembakan. Dor..dor..dor!," kata Nurul Afandi salah seorang warga kepada detiksurabaya.com saat di lokasi, Kamis (25/9/2008).
Meski begitu, warga mengaku sempat melihat saat tersangka berada di pintu rumahnya dan menantang warga serta polisi. "Siapa yang berani menangkap saya, saya tidak takut pada warga maupun polisi," tambah Afandi menirukan ucapan tersangka saat itu.
Warga juga melihat tersangka beberapa kali hendak melawan polisi. Hingga usai adzan shubuh, tak berapa lama terdengar bunyi tembakan dari senjata polisi.
Setelah itu warga melihat petugas mengevakuasi tersangka dan korban. Dan polisi memasang police line di lokasi kejadian sebelum membawa tersangka dan korban ke rumah sakit.
Kapolres Banyuwangi, AKBP Rachmat Mulyana membenarkan bila ada 6 tembakan dari polisi saat melakukan upaya penyelamatan.
"6 tembakan itu, 3 tembakan peringatan dan 3 tembakan ke tersangka yang akan melukai korban dan melawan petugas," kata Kapolres Kepada wartawan saat berada di RSUD Genteng Banyuwangi.
Sementara menurut warga, pribadi pria yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan ini mulai terlihat stres saat berpisah dengan istrinya. Apalagi anak semata wayangnya juga memilih tinggal dengan ibunya. "Mungkin dia merasa kesepian sekian lama hidup sendiri," sambung Afandi mereka-reka.
Sejak saat itu warga seringkali melihat tingkah aneh Agung. Pria yang selama ini tinggal dengan ibunya ini seringkali terlihat bermain dengan anak-anak kecil.
"Dia seringkali menanyakan anaknya ke setiap orang, mungkin dia kangen pada anaknya," kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Sebelumnya, seorang warga yang diduga stres karena bercerai dengan istrinya tewas doterjang peluru polisi, saat menyandera seorang gadis bernama Erna Ervina (15) yang akan mengambil air wudhu pukul 17.30 WIB, Rabu (25/9/2008).
(fat/fat)











































