Anak ketiga pasangan Misati (50) dan Katirin (40) ini mengalami luka di bagian lutut yang karena pantulan peluru polisi. Di kedua kaki korban tampak luka yang dibalut dengan perban. Erna pun mendapat perawatan intensif di Puskesmas Singojuruh.
Kapolres Banyuwangi AKBP Rachmat Mulyana mengatakan luka itu akibat terserempet peluru atau dalam istilah kepolisian disebut dengan recocert saat upaya pembebasan berlangsung.
"Luka itu akibat terserempet peluru atau dalam istilah kepolisian disebut dengan recocert saat upaya pembebasan berlangsung," kata Rachmat kepada wartawan saat berada di kamar jenazah RSUD Genteng Jalan Raya Jember, Banyuwangi, Kamis (25/9/2008).
Erna yang masih tampak shock dan lemah itu ditemani keluarga dan kerabatnya. Dia sesekali berusaha memejamkan mata, meski begitu dia tampak mengingat semua kejadian yang menimpanya. Sementara pihak kepolisian pun akan membiayai seluruh pengobatan Erna selama di puskesmas.
Sebelumnya, seorang warga yang diduga stres karena bercerai dengan istrinya tewas doterjang peluru polisi, saat menyandera seorang gadis bernama Erna Ervina (15) yang akan mengambil air wudhu pukul 17.30 WIB, Rabu (25/9/2008). (fat/fat)











































