Mereka sengaja disiagakan khusus untuk melakukan berbagai bentuk tindakan atau
pertolongan pertama saat kejadian. Ratusan personel itu dibentuk dengan nama Tim
Petolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
"Ini merupakan bagian dari bentuk pengamanan Lebaran 2008. Jadi ketika ada kejadian dan tim medis belum datang, maka petugas PPGD inilah yang akan bertindak sendiri untuk pertama kalinya di lokasi kejadian," jelas Kabag Ops Polres Situbondo AKP Koesno Wibowo, Senin (22/9/2008).
Selain menyiapkan 250 personel sebagai petugas PPGD, menurut Koesno, pihaknya juga telah mendirikan posko di sembilan titik rawan. Di setiap posko juga telah disiapkan tim medis beserta mobil ambulance. Keberadaan PPGD itu juga akan melibatkan beberapa institusi terkait pengamanan arus mudik Lebaran, seperti Dinas Kesehatan dan Satpol PP.
"Sebagai bentuk persiapan, Hari ini petugas PPGD dari semua jajaran sedang mengikuti latihan di ruang rapat mapolres ini. Sehingga nantinya, mereka saat diterjun sudah siap menangani laka lantas yang terjadi selama arus mudik lebaran," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Bondowoso ini.
Seperti diketahui, kawasan pantura sepanjang 120 kilometer Kabupaten Situbondo, merupakan jalur mudik yang terdapat sejumlah titik rawan. Yakni rawan kecelakaan lalu lintas yang kerap menelan korban jiwa, rawan kemacetan, rawan bencana banjir dan longsor serta rawan pelanggaran lalu lintas.
Beberapa kawasan rawan yang perlu diwaspadai adalah jalur pantura Banyu Glugur,
kawasan Pasir Putih, Arjasa serta kawasan Hutan Baluran. Di titik-titik rawan itu banyak jalan rusak, jalan simpang pemukiman penduduk serta kondisi jalanan menanjak dan tikungan tajam. (bdh/bdh)










































