Biaya Perawatan Korban Keracunan Ditanggung Perangkat Desa

Biaya Perawatan Korban Keracunan Ditanggung Perangkat Desa

- detikNews
Minggu, 21 Sep 2008 17:30 WIB
Biaya Perawatan Korban Keracunan Ditanggung Perangkat Desa
Malang - Biaya pengobatan 35 korban keracunan es buah yang dirawat di RSU Syaiful Anwar Malang akan ditanggung perangkat desa. Para korban berasal dari Desa Tunjungtirto, Singosari, Malang.

Ke-35 korban keracunan masih dirawat di UGD ini masih menjalani perawatan intensif. Kepala Desa Tunjungtirto, Didik Gatot Subroto mengatakan biaya medis 34 warganya ini ditanggung oleh pemerintah desa.

"Semua perawatan warga nantinya akan ditanggung oleh pemerintah desa," kata Didik kepada wartawan saat menunggu warganya di UGD RSU Syaiful Anwar, Minggu (21/9/2008).

Dia menambahkan, total keseluruhan korban es buah dari desanya berjumlah 36 orang. 34 orang dirawat di RSU Syaiful Anwar Malang, 1 orang di Polindes Tunjungtirto dan 1 lagi memilih bertahan di rumahnya.

Sedangkan menurut salah satu tim medis yang enggan menyebut nama mengaku para korban telah mendapat perawatan intensif.

"Mereka harus menjalani rawat inap dulu hingga kondisi membaik," ujar salah satu tim medis kepada detiksurabaya.com.

Sementara informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, korban lain dari 3 desa yakni Desa Banjararum 5 orang, Desa Baturetno 16 orang kondisinya pulih dan pulang ke rumahnya sejak Minggu siang. Sebelumnya mereka mendapat perawatan di Puskesmas Lawang dan Puskesmas Singosari.

Sementara polisi masih menyelidiki kasus ini dengan mengamankan sisa minuman es buah dan sebungkus es buah yang masih utuh.

"Siswa yang mengantar es buah ke musholla akan kita mintai keterangan sebagai saksi," ungkap Kapolsek Singosari AKP Indro Susetyo saat dikonfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga mengalami keracunan setelah meminum es buah saat takjil Sabtu (20/9/2008). (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini