Remaja berusia 16 tahun ini tertangkap basah oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang menggelar razia. Dia ditangkap dalam keadaaan bugil bersama pria hidung belang di kamar salah satu warung di Desa Dawung Kecamatan Kedunggalar, Minggu (21/9/2008) siang.
Dihadapan petugas, 'W' dengan lugu menjawab terpaksa melayani laki-laki hidung belang baru dua minggu karena ingin memiliki ponsel seperti teman-temannya yang akan digunakan untuk bergaya di hari lebaran.
"Baru dua minggu ini saya mangkal di warung situ untuk cari uang buat beli HP baru," jelas 'W' dengan polos.
'W' menambahkan bahwa dirinya nekat terjun ke dunia hitam menjadi pelacur karena kondisi orangtua yang berantakan rumah tangganya. Bapak maupun ibunya masing-masing sudah bercerai dan menikah lagi sehingga 'W' tidak mendapatkan perhatian.
Sementara itu Susilo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi kepada wartawan menjelaskan razia di 3 lokasi warung yang buka di siang hari dan menyediakan wanita-wanita penghibur yakni di Desa Sidowayah, Dawong dan Soko yang berdasarkan dari informasi warga yang selama ini telah resah.
"Dari informasi warga bahwa tida lokasi ini sering dijadikan tempat maksiat maka kita langsung bergerak untuk penertiban di bulan Ramadan ini," jelas Susilo.
Dalam patroli yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, petugas menjaring 8 PSK yang kebanyakan dari luar daerah seperti Blora, Kendal, Madiun. Selanjutnya 8 PSK yang tergaruk akan di bawa ke Kediri untuk diberikan penyuluhan
Dari pantauan detiksurabaya.com saat razia berlangsung, terjadi kejar-kejaran antara anggota Satpol PP dengan PSK di perkebunan tebu sehingga ada yang terjatuh di kedua belah pihak.
(gik/gik)











































