Peristiwa itu bermula saat truk bernopol AG 7137 RU yang disopiri Sutarno (31) mengalami rem blong. Untuk menghindari korban jiwa, warga Jawa Tengah bersama kenek truknya membanting stir ke kiri.
"Lha ini tadi kan tepat lampu merah, dari pada saya nabrak banyak orang lebih baik saya banting ke kiri," kata Sutarno saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di lokasi kecelakaan.
Sutarno mengatakan, dia dan keneknya tidak mengetahui sejak kapan truk yang dikemudikannya mengalami kerusakan rem. Diakuinya, sejak berangkat dari Tulungagung, tidak ada ganguan apapun sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
"Ya tiba-tiba saja remnya blong. Tadi berangkat sampai di perjalanan tidak ada gangguan apapun," ujarnya.
Dengan kejadian naas yang menimpanya, Sutarno mengaku hanya bisa pasrah dan berharap perusahaan tempatnya bekerja bisa menanggung seluruh ganti rugi yang diminta pemilik rumah yang ditabraknya.
Dari pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, rumah Prianto tampak rusak parah. Selain menabrak rumah, lampu traffic light dan sebuah tiang kabel telepon yang ada di sekitar lokasi kecelakaan juga roboh.
Secara terpisah, Prianto (48) pemilik rumah mengaku belum bisa menyebutkan kerugian yang dialaminya. Namun dia memperkirakan nilainya lebih dari Rp 10 juta.
"Di dalam tadi ada sepeda motor, becak dan dua sepeda pancal. Ya mungkin lebih-lah kalau Rp 10 juta," kata Prianto.
Meski demikian, Prianto dan keluarganya masih bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. "Untungnya saat tertabrak tadi kami sekeluarga sedang ada di belakang, jadi tidak ikut tertabrak. Soal ganti rugi ya nantilah dibicarakan, saya juga pernah jadi sopir kok. Jadi tahu bagaimana rasanya kalau mengalami kecelakaan," ujar Prianto.
(fat/fat)











































