Wartawan 'CNN' Gentayangan di Sumenep Berburu THR

Wartawan 'CNN' Gentayangan di Sumenep Berburu THR

- detikNews
Minggu, 21 Sep 2008 12:41 WIB
Sumenep - Menjelang lebaran banyak cara yang digunakan sebagian orang untuk mendapatkan keuntungan. Tak terkecuali oknum wartawan sekalipun. Mereka mendatangi instansi pemerintah hanya untuk mendapat jatah Tunjangan Hari Raya (THR).

Di Kabupaten Sumenep Madura, wartawan tipe ini biasa disebut wartawan 'CNN' atau 'Cuma Nanya-Nanya'. Pertanyaanpun sekitar kasus yang ada di instansi pemerintahan tertentu. Tujuannya, agar pejabat dimaksud mengeluarkan uang untuk mereka. Padahal, apa yang ditanyakan itu tidak akan pernah muncul di media massa. Sebab, mereka memang tidak mempunyai media.

Keberadaan wartawan 'CNN' tersebut semakin marak menjalang lebaran. Penampilannya pun lebih hebat dari wartawan yang mempunyai media jelas yang selama ini mengemban amanah menyampaikan informasi yang benar pada masyarakat. Di Sumenep, jumlah wartawan 'CNN' diperkirakan mencapai 100 orang.

Koordinator Forum Silaturrahmi Wartawan Sumenep (FSWS), H Moh Dayat mengatakan, selama Ramadan banyak instansi yang mengeluh dengan keberadaan wartawan yang tidak jelas medianya. Penampilan mereka justru lebih galak dibanding wartawan yang sebenarnya.

"Keberadaan wartawan 'CNN' itu sangat meresahkan pejabat dan warga Sumenep," ujar Dayat kepada detiksurabaya.com di tempat kerjanya, Jalan KH Zainal Arifin, Sumenep, Minggu (21/9/2008).

Menurut dia, mereka yang biasanya jarang kelihatan di lapangan, menjelang lebaran ini justru sibuk blusukan di kantor-kantor pemerintahan. Bahkan tidak segan-segan meminta uang dengan berbagai cara. Tentu saja perilaku wartawan 'CNN' tersebut sudah masuk kategori pemerasan dan mencemarkan nama baik wartawan pada umumnya.

Dia menambahkan, sejak sepekan terakhir ini sudah ada satu orang yang mengaku wartawan dan saat ini sedang diburu warga. Informasinya yang bersangkutan memeras uang dalam jumlah cukup besar.

Sementara, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, Achmad Zahrir Ridla menyayangkan dengan sikap sekelompok orang yang mengaku wartawan tapi tidak menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana wartawan yang sebenarnya.

Untuk itu, dia berharap, agar wartawan yang benar-benar menjalankan tugasnya sebagai penyampai informasi kepada publik tetap bekerja sesuai dengan kode etik seorang jurnalis.

"Saya yakin jika sikap teman-teman wartawan kembali pada kode etik yang benar tidak akan ada kendala dilapangan," kata Zahrir kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan dr Cipto, Sumenep. Sayangnya sejumlah pejabat memilih diam meski mengeluhkan perilaku wartawan 'CNN' tersebut. Alasannya karena tidak mau bermasalah dengan mereka. (gik/gik)
Berita Terkait