TKI Tewas Misterius di Suriah

TKI Tewas Misterius di Suriah

- detikNews
Minggu, 21 Sep 2008 11:00 WIB
Pamekasan - Seorang TKI asal Desa Potoan Daya Kecamatan Palengaan Pamekasan Madura dikabarkan tewas di Kota Damaskus Suriah. TKI bernama Suniah (35) dikabarkan tewas setelah 1 tahun tak berkomunikasi dengan keluarganya.

Tak seorangpun saudaranya yang mengetahui penyebab kematian TKI yang belakangan berganti nama Nuraika itu. Adik kandung mendiang, Mohamad Sidi (33) menuturkan, kakaknya, berangkat ke Kota Damaskus Suriah Oktober 2006.

"Setelah dua bulan bekerja di Damaskus, kakak saya sempat menelpon ke rumah. Kakak hanya mengabarkan jika telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kakak juga mengatakan, kalau majikannya orang baik dan pemurah," tutur Sidi saat ditemui di rumah duka di Desa Potoan Daya, Minggu (21/9/2008)

Suniah sendiri nekat menjadi TKI setelah Siduh (62), ayahnya, meninggal Maret 2006 lalu. Sebagai anak sulung dari 3 bersaudara, Suniah ingin membahagiakan kedua adiknya. Terlebih kedua adiknya itu, telah berkeluarga dengan penghasilan yang pas-pasan sebagai buruh tani.

Namun 1 tahun belakangan, Suniah tak pernah mengirim uang sepeserpun ke adik-adiknya. "Jangankan mentransfer uang, berkirim surat atau menelpon ke Madura saja tak pernah," kata Sidi mengenang.

Kontak terakhir terjadi pada bulan puasa tahun 2007 lalu. Kala itu, Suniah tak berbicara banyak. Hanya menanyakan keadaan keluarga di Madura. Suniah sempat mengatakan jika dirinya sehat-sehat selama bekerja di Damaskus.

Namun betapa terkejutnya Sidi dan kerabatnya yang lain, tiba-tiba mendengar kabar jika Suniah telah meninggal di Damaskus. Kabar itu, diterima Sidi dari orang yang mengaku dari PJTKI yang memberangkatkan Suniah.

"Saya tidak diberitahu nama perusahaannya. Cuma orang yang menelepon saya itu, mengabarkan kakak saya telah meninggal dunia. Katanya, 2 hingga 3 hari lagi jenazah kakak saya akan tiba di Madura," jelas Sidi.

Sidi mengaku jika Suniah meninggal karena sakit, keluarga tidak akan menuntut PJTKI yang memberangkatkan kakaknya ke Damaskus. Sebaliknya, jika kakaknya mati karena dianiaya atau kecelakaan kerja, maka Sidi sekeluarga akan menuntut hak normatif kakaknya.

"Saya akan membantu keluarga Sidi, jika ingin menuntut hak normatif mendiang kakaknya," sambung Kepala Desa Potoan Daya, Fatorahman di rumah duka.

Sementara keluarga Suniah telah menyiapkan lubang pemakaman. Suniah akan dimakamkan di makam keluarga dan berdampingan dengan makam Madirah, sang ibu. Makam keluarganya hanya berjarak 50 meter di belakang rumah duka. (fat/fat)
Berita Terkait