Polda Jatim Periksa Psikis Pemilik Senapan Maut

1 Bocah Tewas & 2 Orang Luka

Polda Jatim Periksa Psikis Pemilik Senapan Maut

- detikNews
Sabtu, 20 Sep 2008 12:21 WIB
Polda Jatim Periksa Psikis Pemilik Senapan Maut
Bojonegoro - Kasus peluru nyasar anggota Polres Bojonegoro yang berakibat 1 orang tewas dan 2 luka serius menyita perhatian Polda Jatim. Tim Psikologi Polda mulai diturunkan untuk memeriksa kondisi kesehatan jiwa Bripda Supriyanto, si pemilik senapan maut.

Tim yang diketuai Ipda D. Chrismawan tersebut mulai berkerja secara maraton sejak Jumat (19/9/2008) malam kemarin. Namun hingga Sabtu, proses pemeriksaan psikologi atas Supariyanto belum juga usai.

"Kita masih periksa yang bersangkutan. Kita juga tinjau TKP (tempat kejadian perkara). Belum, belum ada kesimpulan," kata Ipda D. Chrismawan pada detiksurabaya.com saat ditemui di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Bojonegoro di jalan Diponegoro, Sabtu (20/9/2008).

Chrismawan tidak tidak menjelaskan lebih lanjut hasil peninjauannya di Lapas, tempat meletusnya senjata Bripda Supriyanto. Dia langsung terburu-buru masuk dalam mobil Toyota Inova plat L 2626 RD kembali ke Mapolres Bojonegoro.

Terpisah, Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro Kompol Khusen Hidayat menjelaskan bahwa pemeriksaan psikologi atas Bripda Supriyanto cukup makan waktu. Sebab kondisi Supriyanto masih belum stabil semenjak insiden itu.

"Tim Psikologi Polda sudah memeriksa tersangka Supriyanto sejak tadi malam. Tim ingin tahu sejauh mana kestabilan berpikirnya Supariyanto. Memang pelan-pelan sekali, kita tidak bisa memaksanya," jelas Kompol Khusen Hidayat.

Ditandaskan Kompol Khusen bahwa insiden di Lapas Bojonegoro adalah kesalahan prosedur pengecekan kamer magazin senjata laras panjang SS-V2 yang dilakukan Bripda Supriyanto. Seharusnya saat pengecekan tersebut laras senjata menghadap 45 derajat ke atas.

Namun Supriyanto mengarahkan senjatanya lurus sejajar sehingga meletus mengenai 3 orang sekaligus. Peluru tajam kaliber 5,6 mm Supriyanto menewaskan Sri Wahyuni (6) serta melukai Supatmi (30) ibunya, dan seorang napi penjaga parkir Lapas bernama Aziz Sulaiman. (bdh/bdh)
Berita Terkait