"Janji yang dilontarkan kapolres, bahwa perawatan kedua korban akan dibiayai. Sementara kami yang menalangi," kata Humas RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo drg Thomas Djaja saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (19/9/2008).
Thomas menjelaskan, saat ini pembiayaan itu menggunakan biaya dari rumah sakit. Namun pengeluaran itu akan diklaim Polres Bojonegoro. Keluarga tidak dibebani sedikitpun biaya perawatan selama keduanya di rumah sakit.
"Seluruhnya ditanggung Polres Bojonegoro. Keluarga tidak dibebani pembiayaan sama sekali," tambahnya.
Sementara Kepala Lapas Bojonegoro, Krisnanto mengaku biaya perawatan korban peluru nyasar tidak dibebankan ke keluarga korban. "Untuk sementara kita masih menalangi, nantinya akan diklaim ke Polres Bojonegoro. Yang terpenting penyembuhan Aziz terlebih dahulu," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Supatmi dan Azis Sulaiman menjalani perawatan di rumah sakit setelah keduanya tertembak peluru nyasar di Lapas Bojonegoro, Kamis (18/9/2008).
Supatmi terluka di bagian pinggul sebelah kanan dan harus menjalani operasi pengangkatan peluru. Sedangkan Azis mengalami luka di pangkal paha kanannya yang tertembus timah panas. Dan satu korban peluru nyasar lainnya yakni Sri Wahyuni (6) yang merupakan anak Supatmi tewas dengan luka tembak di dadanya. (stv/fat)










































