Usai Operasi Usus Terburai, Tubuh Arya Makin Kurus

Usai Operasi Usus Terburai, Tubuh Arya Makin Kurus

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 16:15 WIB
Usai Operasi Usus Terburai, Tubuh Arya Makin Kurus
Kediri - Tubuh balita yang masih berusia 3 bulan itu tergolek lemah. Sesekali tangisnya terdengar. Balita bernama Arya Jati Yudhistira ini anak pasangan Win Yulianto (30) dan Retno (24) warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kediri.

Di usianya yang akan menginjak 3 bulan tersebut, tubuh Arya kering kerontang dan kulitnya tampak keriput. Dibandingkan dengan balita lainnya, Arya terlihat beda. Kondisi ini terlihat sejak Arya menjalani operasi karena saat lahir pada 22 Juni 2008 lalu, ususnya terburai keluar.

Arya yang lahir di RS Bersalin Aura Syifa Kediri ini diputuskan menjalani operasi bedah untuk memasukkan organ tubuhnya yang keluar. Namun pasca operasi di RSUD Gambiran Kota Kediri, kondisi Arya bukannya menjadi sehat, tapi menjadi semakin buruk.

"Tepatnya 2 minggu pasca operasi kondisinya terus menurun. Badannya tidak bertambah gemuk, tapi malah terus susut," kata nenek Arya, Lasmini (44) saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (18/9/2008).

Lasmini menambahkan, kondisi cucunya semakin memprihatinkan setelah terjadi gangguan lain yakni terjadinya robekan kulit perut yang mengakibatkan kembali keluarnya seluruh makanan yang dikonsumsinya.

Dari kondisi tersebut, Arya kembali menjalani operasi tahap kedua untuk menutup kulit perut yang robek. Kulit itu ditambal dari kulit bagian punggung. Namun hal tersebut tak banyak menolongnya, karena kondisinya tetap tidak menunjukkan perkembangan yang positif.

"Justru sejak saat itu kondisinya terus menurun. Dulu lahir beratnya 1,8 kilo sekarang berapa saya tidak tahu lagi, karena tidak pernah saya timbangkan," imbuh Lasmini.

Lasmini dan keluarganya tidak tahu lagi harus kemana mengobatkan sang cucu. Penghasilan dari pekerjaan anak dan suaminya, tak mencukupi untuk biaya berobat.

"Ya sekarang kami hanya bisa menunggu, siapa tahu ada dermawan yang berkenan memberikan bantuan kepada kami," ujar Lasmini sambil mengusap air matanya.

Saat ditanya mengenai kemungkian akan menuntut ganti rugi ke pihak rumah sakit, Lasmini mengaku tidak akan melakukannya. Kondisi perekonomian yang sangat minim, diyakininya justru akan menyulitkan apabila harus berurusan dengan masalah hukum.

Sementara tim dokter di RSUD Gambiran Kota Kediri mengaku prihatin dengan kondisi Arya. Tim dokter mengaku Arya diduga mengalami berbagai penyakit penyertanya yakni hydrocepallus, omphalocell dan malnutrisi.

Hal ini dikatakan dr Samsul Ashar SpPD salah satu dokter yang menangani Arya. "Apa yang dilakukan tim dokter yang menanganinya sejak awal telah benar. Balita tersebut bukan korban mal praktek, karena semua anggota tim dokternya dulu profesional," kata Samsul yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Kota Kediri saat ditemui detiksurabaya.com di RSUD Gambiran, Jalan KH Wachid Hasyim, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto.

Dugaan hydrocepallus muncul tampak besarnya ukuran kepala Arya dan kekuatan fisik yang tak sepadan dengan ukuran tubuhnya. Untuk dugaan omphalocell diketahui dari keterangan orang tua balita yang menyebut anaknya lahir dengan organ usus terburai di luar perut.

"Semua kelahiran bayi yang organ tubuhnya di luar perut, bisa disebut omphalocell," ujar Samsul.

Sedangkan dugaan malnutrisi, menurut Samsul, bisa dilihat dari tampak keriputnya kulit balita. Padahal asupan gizinya yang berasal dari minuman susu sangat tercukupi.

"Kalau dugaan malnutrisi dapat dilihat dari asupan gizi dari susunya, yang mungkin tidak cocok. Tapi semua itu harus dilakukan pemeriksaan lanjutan," tegasnya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini