Suli Belum Diberitahu Kematian Anaknya

Korban Peluru Nyasar

Suli Belum Diberitahu Kematian Anaknya

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 15:37 WIB
Suli Belum Diberitahu Kematian Anaknya
Bojonegoro - Entah bagaimana perasaan Suli jika mendengar kabar putri tercintanya tewas terkena peluru dari senjata polisi ketika akan membesuknya. Tahanan Polres Bojonegoro yang dititipkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) ini sengaja tidak diberitahu tentang insiden yang juga melukai istrinya, Supatmi.

Sri Wahyuni, putrinya yang masih berumur 6 tahun menghembuskan nafasnya setelah dadanya ditembus timah panas yang diduga akibat kelalaian anggota Polres Bojonegoro, Bripda Supriyanto yang sedang bertugas mengawal napi di lapas tersebut, Kamis (18/9/2008) siang.
 
Pengakuan Kalapas Bojonegoro Krisnanto SH saat dihubungi detiksurabaya.com mengakui jika Suli belum diberitahu kabar duka ini. Alasannya, karena pihak Lapas tidak tega menyampaikan kabar insiden itu.

"Secara formal kita belum memberitahukan perihal ini ke Suli. Kita tidak tega untuk mengatakannya. Namun dari desas-desus petugas, Suli sudah mengetahuinya," kata Kepala Lapas Bojonegoro Krisnanto SH saat dihubungi detiksurabaya.com,
Kamis (18/9/2008), pukul 14.20 WIB.

Dan kondisinya, jelas dia, saat ini masih normal dan masih melakukan berbagai aktivitas. Pihaknya kini justru menunggu kedatangan pihak Polwil Bojonegoro yang akan mengunjungi Lapas.

"Malah hari ini katanya ada 2 petugas Polwil Bojonegoro yang akan memberitahukan peristiwa ini," tegasnya.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi di Lapas Bojonegoro, Jl Diponegoro. Saat itu, Supatmi (30) dan anaknya Sri Wahyuni (6) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho, Bojonegoro bermaksud menjenguk Suli suaminya yang menjadi tahanan di lapas itu karena ditangkap polisi setelah dituduh terlibat pencurian kayu.

Namun, sesaat baru turun dari becak yang dinaikinya di depan gerbang lapas, tiba-tiba dia mendengar suara letusan. Setelah itu Supatmi melihat anaknya jatuh tersungkur. Belum sempat Supatmi menolong anaknya, dia kemudian merasakan sakit di daerah pinggul kanan dan akhirnya diapun ikut jatuh tersungkur juga. Satu korban lagi adalah juru parkir yang menjadi narapidana bernama Aziz Sulaiman (25).

Informasi yang dihimpun, anggota polisi yang senjatanya meletus dan merenggut nyawa Sri Wahyuni adalah Bripda Supriyanto yang saat itu akan mengawal narapidana ke sidang di Pengadilan Negeri Bojonegoro.

Menurut Kamari salah seorang petugas Lapas yang juga menjadi saksi mata menceritakan, saat itu ada dua anggota polisi yang akan mengawal tahanan menjalani sidang. Saat itu dua orang polisi itu duduk bersebelahan di samping pintu gerbang lapas bagian dalam.

Keduanya polisi tersebut bernama Bripda Supriyanto dan Bripda Aris Wahyudi anggota Polres Bojonegoro. Saat itu senjata laras panjang ditumpangkan di atas paha keduanya.

Entah tanpa sengaja, senjata milik Bripda Supriyanto terjatuh dari pangkuan dengan posisi popor terlebih dulu menyentuh lantai. Dan dor! Sebuah peluru menerjang 3 orang sekaligus.

(fat/gik)
Berita Terkait