Kangen Bapaknya yang Dipenjara Malah Diterjang Peluru

Korban Peluru Nyasar

Kangen Bapaknya yang Dipenjara Malah Diterjang Peluru

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 14:58 WIB
Kangen Bapaknya yang Dipenjara Malah Diterjang Peluru
Bojonegoro - Derita yang dialami Suli cukup berat. Setelah ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara karena kasus pencurian kayu, kini Suli juga juga harus kehilangan putri tercintanya.

Ironisnya nyawa putrinya ini melayang ketika akan membesuknya bersama ibunya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro, Kamis (18/9/2008).

Selain kehilangan putrinya, Supatmi sang istri juga harus dirawat di rumah sakit karena pinggulnya bersarang peluru yang menyalak dari senapan Bripda Supriyanto. Meletusnya senjata milik anggota Polres Bojonegoro yang sedang bertugas mengawal napi di lapas ini masih dalam pemeriksaan kesatuannya.

Suli yang baru 3 hari menghuni Lapas Bojonegoro karena kasus pencurian kayu. Dia ditangkap 12 September 2008 dan dititipkan ke Lapas 15 September 2008. Meski anaknya meninggal dan akan dimakamkan di kampungnya, hingga kini belum diketahui apakah Suli diperbolehkan menjenguk istri dan menghadiri pemakaman anaknya.

"Untuk kewenangan memperoleh izin itu hak pihak kepolisian. Karena itu tahanan titipan. Kalau sudah ada izin, maka kita akan mempermudah proses agar dia bisa pulang," kata Kepala Lapas Bojonegoro Krisnanto SH sata dihubungi detiksurabaya.com.

Krisnanto menegaskan, hingga kini belum ada kabar bahwa polisi telah mengizinkan Suli untuk pulang ke Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho, Bojonegoro untuk menyaksikan detik-detik pemakaman.

"Tapi kalaupun diizinkan ya tetap prosedural dan sesuai keperluan. Hanya untuk menjenguk dan mengiringi pemakaman. Tapi bukan berarti dia harus menginap, meski dia kena musibah," tegasnya.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi di Lapas Bojonegoro. Saat kejadian para korban, Supatmi (30) dan anaknya Sri Wahyuni (6) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho, Bojonegoro bermaksud menjenguk Suli suaminya yang menjadi tahanan di lapas itu.

Namun, sesaat baru turun dari becak yang dinaikinya di depan gerbang lapas, tiba-tiba dia mendengar suara letusan. Setelah itu Supatmi melihat anaknya jatuh tersungkur. Belum sempat Supatmi menolong anaknya.

Dan dia kemudian merasakan sakit di daerah pinggul kanan dan akhirnya diapun ikut jatuh tersungkur juga. Satu korban lagi adalah juru parkir yang menjadi narapidana bernama Aziz Sulaiman (25).

Sejumlah sipir lapas tak mampu bicara banyak mengenai insiden ini. "Kasihan. Kangen bertemu bapak malah meninggal dunia," kata seorang petugas yang ditemui di depan lapas.
(gik/gik)
Berita Terkait