Menurut Krisnanto, pada pukul 10.20 WIB, Kamis (18/9/2008) terdengar suara ledakan di lantai bawah. Awalnya dia mengira suara ledakan tersebut adalah suara ban mobil atau sepeda motor.
"Suaranya seperti ledakan, saya langsung turun ke bawah dan terdengar teriakan. Saya terus keluar dan ada yang terluka," kata Krisnanto saat dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon selularnya, Kamis (18/9/2008).
Setelah melihat korban luka, Krisnanto kemudian ikut membantu mengangkat para korban ke dalam mobil tahanan yang kebetulan parkir di halaman lapas untuk dibawa ke rumah sakit. "Mobil tahanan untuk mengangkut tahanan saya perintahkan mengantar para korban ke rumah sakit," tuturnya.
Bagaimana peristiwa itu terjadi, Krisnanto mengaku tidak mengetahui kronologisnya secara pasti. "Saya tidak tahu persis. Karena sedang memimpin rapat," jelasnya.
Saat itu ujar Krisnanto, di lapas memang ada dua petugas kepolisian yang sedang duduk menunggu proses pemberangkatan para tahanan ke pengadilan.
Selain itu, suasana lapas juga sedang sepi. Hanya ada beberapa pengunjung dan sedang menunggu giliran untuk masuk menjenguk kerabatnya di lapas.
Krisnanto menambahkan, kondisi Lapas Bojonegoro saat ini sudah kembali normal seperti biasa dan tidak berpengaruh pada tahanan ataupun narapidana yang ada di lapas tersebut.
"Tidak terpengaruh. Walau begitu kita tetap waspada," pungkasnya. (bdh/bdh)










































