Jelang Lebaran, Dishub Aktifkan 37 Armada Laut

Jelang Lebaran, Dishub Aktifkan 37 Armada Laut

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 09:18 WIB
Sumenep - Menjelang Lebaran, Dinas Perhubungan Sumenep, Madura mengefektifkan 37 armada laut antar pulau dari berbagai jenis. Ke-37 armada itu melayani masing-masing rute yang telah ditetapkan.

Jenis dan rute armada laut yang melayani 125 pulau di Perairan Sumenep itu yakni 2 buah kapal besar milik perintis yakni KM Amukti Palapa yang melayani jalur Masalembu-Kalianget-Sapudi-Kangean-Sapeken dan Tanjungwangi.

Sedangkan KM Padi melayani rute Tanjungwangi-Sapeken-Pagerungan-Kangean-Sapudi-Kalianget-Karamean-Masalembu. Ke-2 kapal besar itu berlayar 10 hari sekali di Perairan Sumenep.

Untuk jenis Perahu Motor (PM) sebanyak 2 unit. Yakni PM Karjon dan PM Serbaguna melayani lintas Kalianget-Talango. Berangkat setiap 20 menit dari Pelabuhan Kalianget.

Sedangkan jenis Perahu Layar Motor (PLM) sebanyak 30 armada. Sebagian PLM ini melayani lintas Pelabuhan Dongkek menuju Nonggunong sebanyak 4 kali dalam seminggu. Dan PLM lainnya melayani antar pulau dari pelabuhan Tanjung menuju Gili Genting setiap hari.

Adapun yang melayani Kalianget-Jangkar dan Kalianget-Sapudi-Jangkar yakni KMP Dharma Manila milik Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kalianget. Sedangkan 2 kapal milik Pemkab Sumenep, yakni Dharma Bahari Sumekar (DBS) I dan II juga melayani Kalianget-Kangean 4 kali dalam seminggu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Aminullah mengatakan, armada laut mulai efektif beroperasi sejak, Selasa (15/9/2008) kemarin. Hal itu dilakukan, karena arus mudik antar pulau mulai terasa di wilayah Sumenep.

"Semua armada laut, sudah siaga di pelabuhan masing-masing," ujar Aminullah kepada wartawan di kantornya, Jalan Lingkar Timur, Sumenep, Kamis (18/9/2008).

Untuk keamanan pemudik, Dishub memiliki pos pantau di pelabuhan besar seperti Kalianget dan memonitor melalui camat dan kepala desa setempat. Sebab, untuk pelabuhan kecil yang ada di pulau tidak mungkin menempatkan petugas secara permanen.

Sementara bagi pemilik armada, pihaknya mengimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca di laut dan kapasitas armadanya. "Jangan sampai terjadi laka laut seperti tahun 2006 lalu, yang menelan korban 10 orang di Perairan Kangean akibat kelebihan muatan," katanya. (fat/fat)
Berita Terkait