Salah satunya pemilik toko kerajinan Prima Jaya, Muktar Effendi. Dia mengaku sejak menjelang puasa lalu dirinya kebanjiran order keranjang parcel. Para pembeli sendiri ada yang membeli dalam jumlah besar dan kecil. Untuk pembeli jumlah besar kebanyakan dari swalayan atau supermarket.
"Ada juga banyak pembeli dari luar kota datang kesini," kata Muktar ditemui detiksurabaya.com di tempat usahanya, Kamis (18/9/2008) pagi.
Kendati kebanjiran order, Muktar mengaku kesulitan dalam mendapatkan bahan baku rotan. Masalahnya rotan tersebut dibeli dari luar kota yakni Surabaya. Belum lagi harga bahan baku sejak menjelang puasa sudah naik hingga 50%. Sementara dirinya tidak bisa menaikkan harga keranjang parcelnya.
"Kalau harga dinaikkan pasti pembeli terus saja minta harga turun," ujar lelaki yang telah menggeluti usaha ini sejak 1988 silam.
Untuk tahun ini, Muktar menawarkan berbagai model keranjang parcel untuk menarik pembeli. Karena model-model umum jarang diminati oleh konsumen.
Ternyata model-model keranjang parcel yang beraneka ragam dapat menarik pembeli meski harga sedikit dinaikkan. "Model baru yang saya karang sendiri ternyata banyak diminati," imbuhnya.
Muktar menambahkan, untuk menambah stok keranjang parcel dirinya juga mendatangkan keranjang parcel jadi dari Gresik. Tapi karena mutu serta kualitasnya jelek harga tidak dapat naik.
Perbedaan antara keranjang parcel milik Muktar dengan keranjang parcel buatan Gresik berbeda pada sentuhan akhir. Khusus keranjang buatan Malang terlihat sentuhan akhir halus dan menarik calon pembeli.
"Keranjang Gresik kasar tidak halus seperti di sini. Tapi kita mendatangkan jika kahabisan stok saja," tutur Muktar. (fat/fat)











































