Ironisnya, PT KA mengaku tak sanggup membuat palang perlintasan, karena tingginya biaya pembuatannya.
74 Perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Kediri diketahui, setelah jajaran kepolisian di Mapolresta Kediri menggelar sidak bersama petugas dari Stasiun Kediri Kota.
"Ya kami akui memang terdapat 74 perlintasan kereta di wilayah kerja kami, yang hingga saat ini belum berpalang pintu. Dari jumlah itu semua terdapat di sepanjang jalur kereta antara Kertosono dan Rejotangan Tulungagung," kata Kepala Stasiun Kediri Kota Warsito kepada detiksurabaya.com di kantornya, Rabu (17/9/2008).
Menurut Warsito, kondisi perlintasan kereta yang tak berpalang pintu rata-rata ditemukan di sekitar pemukiman padat penduduk.
Diakui pula oleh Warsito dari tahun ke tahun, kondisi ini belum dapat dilakukan perbaikan. Setidaknya sejak 3 tahun terakhir, pihaknya baru mampu melakukan perbuatan palang pintu baru di 2 lokasi.
Warsito juga mengatakan, besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam pembuatan palang pintu perlintasan, menjadi alasan utama terjadinya hal tersebut.
"Jujur, kecilnya anggaran yang kami miliki menjadikan ketidakmampuan dalam membuat palang pintu perlintasan," ujar Warsito.
Secara terpisah Kabag Binamitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem yang mengikuti sidak mengatakan, pihaknya meminta masyarakat bisa membantu kinerja PT KA dalam mengamankan jalur perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu.
"Kami mohon bagi masyarakat, sebisa mungkin melakukan penjagaan secara swadaya. Untuk upahnya, silahkan memungut kepada pengguna jalan," kata Abraham.
Meski mengizinkan masyarakat melakukan penjagaan perlintasan kerata api secara swadaya dengan memungut upah kepada pengguna jalan, Abraham berpesan agar dalam menjalankan hal tersebut tidak disertai dengan pemaksaan. (bdh/bdh)











































