Bentrok tersebut mengakibatkan dua anggota polisi terkapar dihakimi massa secara brutal. Sementara semburan gas air deras terus dilancarkan untuk membubarkan massa.
Kompol Moch Muklas Kompol Slamet Riyanto Wakaporesta Madiun mengatakan suasana bentrok antara kepolisian dan pendemo yang menyebabkan 2 orang kritis, hanya bagian simulasi pengamanan pelaksanaan Pilkada Walikota yang akan berlangsung 23 Oktober 2008 mendatang.
"Memang dalam simulasi dan ada 2 kritis dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit," jelas Slamet kepada wartawan usai menggelar simulasi Rabu (17/9/2008).
Dia menambahkan acara simulasi pengamanan Pilkada juga melibatkan sekitar 100-an warga sipil, pelajar yang memperagakan peserta kampanye. Ditutupnya Jalan Pahlawan untuk simulasi yang dimulai pukul 08.00 WIB-11.00 WIB mengakibatkan arus lalu-lintas macet ke arah Jalan Panglima Sudiman dan Jalan Dr Sutomo. (fat/fat)










































