"Kita masih menyelidiki dan memeriksanya," ujar Kepala Bidang Propam Polda Jatim Kombes Pol Wanto Sumardi kepada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (16/9/2008).
Saat ini kata Wanto, pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun. "Kita sudah menurunkan tim di sana. Sampai saat ini masih bekerja tapi hasilnya belum," tambahnya.
Sementara hingga pukul 16.00 WIB, Direskrim Polda Jatim Kombes Pol Edi Supriyadi melakukan pertemuan tertutup di ruang kerjanya bersama Kabid Humas Kombes Pol Pudji Astuti, Kapolresta Pasuruan AKBP Harri Sitompul untuk membahas insiden
zakat Pasuruan.
Seperti diberitakan pembagian zakat di rumah H Syaichon pada Senin (15/9/2008) berakhir ricuh. Ribuan orang yang berebut zakat senilai Rp 10 ribu-Rp 40 ribu saling berdesakan dan terjatuh. Mereka terinjak-injak dan 21 wanita tewas. Belasan orang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena terluka.
Dalam pemeriksaan di Mapolresta Pasuruan, H Syaichon mengakui jika pembagian zakat itu diberikan sendiri dibantu isteri dan dua anaknya bernama Fifin dan Farouk. Selain itu, pembagian zakat itu juga dibantu dengan 13 santri. Polisi maupun pemerintah Pasuruan menyatakan jika pembagian zakat itu dilakukan tanpa ada koordinasi dengan aparat keamanan. (fat/gik)










































