"Saat bertemu saya, Minah dan Pinah minta agar didoakan selamat. Setelah itu si Minah menoleh ke saya sambil tersenyum," kata Nursiah tetangga yang berjarak dua rumah dengan Saminah kepada detiksurabaya.com usai pemakaman, Selasa (16/9/2008).
Nursiah mengungkapkan pekerjaan ketiganya adalah menjadi buruh tani di sawah garapannya. Dalam sehari, ketiganya, kata Nursiah, mendapat upah Rp 10 ribu.
Perempuan berkerudung itu mengaku dia lebih dekat dengan Supinah. Hampir tiap hari dia dan Supinah mengobrol. "Saya nggak bisa berpikir karena Pinah meninggalkan tiga anak. Sedangkan tiap harinya dia seorang janda," tuturnya.
Sementara menurut Ika Inayah (30), salah satu tetangga lain mengungkapkan jika ketiganya dikenal warga sebagai wanita yang baik dan tidak pernah ketinggalan mengikuti pengajian di rumahnya.
"Mereka itu rajin mengaji. Kalau ada pengajian tidak pernah ketinggalan," ungkapnya.
Ika menambahkan sebagai bentuk keprihatinan, warga sekitar rumah ketiganya akan urunan atau pantungan untuk membantu menyekolahkan anak Supinah dan Saminah.
"Insya Allah warga sini akan membantu Ibu Saminah dan Ibu Supinah membiayai anak-anaknya," tuturnya dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Ingin menyumbang anak yatim dari insiden Pasuruan, gabung yuk di forum.detiksurabaya.com (wln/fat)










































