Suud, nama pria itu mengakui bahwa korban adalah bibinya, Khayumi (50), warga Bendungan Kalimas, Kraton, Pasuruan. Setelah dipastikan bibinya, jenazah pun dibawa pulang.
"Saya datang ke sini karena pihak keluarga menunggu Bibi Umi yang tak kunjung pulang sejak keluar rumah pagi hari," kata Suud dengan napas tersegal-sengal kepada detiksurabaya.com, di Kamar Mayat RSU R. Soedarsono, Senin (15/9/2008).
Rowi, petugas kamar mayat yang mengetahui identitas sebenarnya dari mayat itu pun langsung membuat surat pengambilan jenazah untuk Suud. "Alhamdulillah, identitasnya sudah diketahui semuanya," tandas Rowi sumringah.
Sebelumnya 20 korban tewas yang sudah dikenali identitasnya dan dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan adalah:
- Suliatin warga Kepel Pasuruan
- Ngatemi warga Gading Pasuruan
- Wasiati warga Imam Bonjol IV Pasuruan
- Farida warga Tambaan Pasuruan
- Yanti warga Kebon Jaya Pasuruan
- Suminah warga Kepel Pasuruan
- Salamah warga Tambaan Pasuruan
- Chotijah warga Paserpan Pasuruan
- Khotijah warga Jalan Hangtuah Pasuruan
- Satuk warga Ngemplak Pasuruan
- Asiah warga Gading Pasuruan
- Mak Nik warga Halmahera Pasuruan
- Sumiati warga Pateguran Pasuruan
- Aminah warga Wonoredjo Pasuruan
- Syafaat warga Wonojati Pasuruan
- Sumirah warga Ngemplak Pasuruan
- Mak Ti warga Ngemplak Pasuruan
- Sumarsih warga Krapyak Pasuruan
- Masrah warga Gading Lor Pasuruan
- Tumiati warga Tosari Pasuruan










































