Menurut Yossy Agus, salah satu penjual tiket PO Kramat Djati di Terminal Arjosari saat ditemui detiksurabaya.com, Minggu (14/9/2008) mengungkapkan, meningkatnya pesanan tiket lebaran tahun ini memang telah diantisipasi sebelumnya.
Bahkan, armada bus pun mulai ditambah menjadi enam bis perharinya pada H-7 hingga H+10 nanti. Sedangkan untuk normalnya, armada bus Malang-Jakarta ini hanya menjalankan dua bus saja.
Seperti halnya Yossy, Dian petugas agen tiket PO Lorena di Arjosari juga mengungkapkan hal yang sama. Dia menegaskan di PO nya pemesan untuk jurusan Malang-Jakarta sudah mulai inden sejak Minggu kemarin. Tercatat empat PO di Arjosari yang menangani rute Malang-Jakarta.
Mengenai pemberlakukan tarif tuslah, setiap PO memiliki harga yang berbeda. Umumnya di Arjosari untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mulai memasang tarif tuslah sejak tanggal 20.
Besarnya tarif juga berbeda disetiap PO. Sebagai perbandingan, untuk Malang- Jakarta, PO Kramat Djati memasang harga tuslah sebesar 10 persen dari harga normalnya. Sedangkan Lorena memasang harga dua kali lipat untuk jurusan yang sama sejak tanggal 20 September. Harga normal kedua PO tersebut adalah Rp 220 ribu.
Berbeda dengan tuslah AKAP, tuslah untuk angkutan Antar Kota Dalam Provnsi ditentukan kenaikannya dengan SK dari Gubernur. Menurut Yudo Prayitno, petugas siar Terminal Arjosari, surat edaran tersebut akan dikeluarkan sekitar H-11. "Setiap tahun biasanya begitu," ujar Yudo.
Ditambahkannya, tarif besar tuslah tersebut biasanya dipatok sebesar 25 persen, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tuslah tersebut diberlakukan pada H-7 hingga H +10. "Setiap bus akan ditempeli tarif tuslah resmi dari Gubernur," terangnya.
Jika ada pelanggaran terhadap tarif tersebut, pihaknya akan menindak tegas dengan membekukan izin trayek selama satu minggu. "Semuanya sudah diatur dalam SK tersebut," jelas Yudo. (bdh/bdh)










































