Jalur berliku sepanjang kurang lebih 2 Km ini sangat rawan terjadi kecelakaan dan tanah longsor. Sebagai langkah menekan angka kecelakaan, Polres Batu bersama Dinas Perhubungan telah memasang rambu peringatan di sepanjang jalur.
Selain rawan kecelakaan dan tanah longsor, jalur payung juga salah satu tempat yang padat karena menjadi salah satu obyek wisata di kota dingin. Di sepanjang jalur itu juga banyak terdapat warung-warung yang berdiri dipinggir jalan sehingga rawan terjadi kemacetan.
"Selain payung, juga Raya Songgoriti, Raya Beji, dan Simpang Tiga Dadaprejo merupakan titik rawan yang perlu diantisipasi dalam arus Lebaran nanti," kata Kasat Lantas Polres Batu AKP Budi Hidayati saat dikonfirmasi detiksurabaya.com Minggu (14/9/2008).
Sebagai jalur Black Spot atau jalur tengkorak, Polres Batu juga menitikberatkan pada Jalan Kyai Agus Salim, Kota Batu karena juga rawan dengan kecelakaan. "Di situ kita mendirikan pos pantau," imbuhnya.
Tak hanya di Jalan Kyai Agus Salim. Pendirian pos pantau juga dilakukan di titik rawan kecelakaan seperti di simpang masuk wisata Selecta, alun-alun Kota, Simpang Tiga Dadaprejo, serta Payung.
Antisipasi kerawanan kecelakaan lainnya juga harus diwaspadai di Jalan Raya Pendem, tepatnya di jurang miring Pendem yang merupakan akses menuju Surabaya.
Mantan Kapolsek Kota Batu ini juga menghimbau kepada pengguna jalan khususnya roda dua maupun roda empat untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang ada. "Semua kembali pada pengendara atau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati," tegasnya.
(bdh/bdh)











































