Briptu Suratno, (50) warga RT 04 RW 01 Kelurahan Pucangsewu Pacitan diketahui tersungkur di lantai pos oleh Arifin, warga setempat yang juga teman ngobrol almarmum, Minggu (14/9/2008).
Awalnya, Arifin bermaksud menawarkan seekor burung kepada almarhum yang juga memiliki hobby memelihara burung berkicau. Namun saat dirinya beberapa kali mengetok pintu pos, tidak ada jawaban dari dalam.
Merasa curiga, Arifin akhirnya berusaha mengintip ke dalam. Namun betapa terkejutnya karena ternyata almarhum sudah tidak bernafas. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke mapolsek.
Kamatian almarhum cukup mengguncang keluarga. Apalagi selama ini pria asli Kecamatan Tulakan tersebut tidak pernah menunjukkan gejala menderita penyakit tertentu. Hanya saja, malam saat piket dia sempat mengeluh kurang enak badan.
Dugaan sementara almarhum meninggal lantaran masuk angin. Ini diperkuat penemuan obat masuk angin dan minuman suplemen di TKP. Meski begitu, untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya jenazah almarhum menjalani visum di Rumah Sakit Daerah Pacitan.
"Sebenarnya sudah diingatkan untuk istirahat di rumah. Tapi almarhum menolak," kenang Jarwanto (38) tetangga almarhum yang juga ikut mengevakuasi jenazah Briptu Suratno.
Almarhum Suratno selama ini dikenal cukup disiplin dalam tugas. Kendati usianya tidak lagi muda, namun tiap kali datang perintah tidak pernah ditolaknya. Tak ayal, kepergiannya mengundang simpati rekan-rekannya.
"Selama bertugas Pak Suratno cukup rajin dan tidak pernah melanggar perintah. Kami sangat kehilangan," ungkap Kapolsek Kebonagung AKP Slamet Harijadi kepada detiksurabaya.com di kamar mayat RSUD Pacitan. (bdh/bdh)











































