Kecelakaan itu terjadi di dekat perempatan Pondok Pesantren Darussalam desa setempat. Menurut salah satu penumpang bus, Suroyo, kecelakaan itu terjadi karena sopir Bus Restu Agung menghindari dua sepeda motor yang muncul dari arah utara.
"Ketika tiba di perempatan, sepengetahuan saya ada dua sepeda motor tiba-tiba muncul dari arah utara. Mungkin karena kaget, sopir banting setir ke kanan. Ternyata dari arah depan (Timur atau Jember) ada mobil itu dan tabrakan terjadi," kata Suroyo.
Tak ayal bus bernomor polisi N 7277 UG jurusan Surabaya - Jember yang melaju dari arah barat atau Surabaya menghantam mobil bernomor polisi P 1104 QB yang berpenumpang empat orang.
Tabrakan keras terjadi karena bus yang disopiri Yunus melaju kencang. Mobil Daihatsu tersebut ringsek bahkan terbelah menjadi dua bagian. Husen (19) salah satu santri Ponpes Al-Ishaqi yang naik mobil tewas seketika.
Setelah menabrak mobil, sopir bus banting setir ke kiri dan karena terlalu kencang, bus terperosok ke dalam selokan. Akibatnya sopir bus dan kondektur yang bernama Irwan terjepit di badan bus.
Untuk mengevakuasi kedua orang ituvdiperlukan waktu sekitar 1,5 jam. Setelah berhasil dikeluarkan, keduanya dilarikan ke RSUD dr Subandi.
Sedangkan penumpang bus yang berjumlah sekitar 15 orang rata-rata mengalami
luka ringan dan beberapa mengalami patah tulang berhasil keluar melalui pintu belakang bus.
Kepala Unit Kecelakaan Satlantas POlres Jember Ipda Eko Boedyo mengatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. "Kita masih harus memint keterangan dari sopir dan penumpang yang lain. Yang kita ketahui, korban jiwa satu orang dan sisanya luka-luka," kata Eko.
(gik/gik)











































