Menurut salah satu pengusaha keripik pisang Aneka Sari Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Tompekersan, Sri Wilujeng mengaku memasuki bulan puasa permintaan keripik pisang agung berbagai rasa meningkat tajam.
Bila hari-hari biasa, permintaan keripik pisang mencapai 1 kwintal, kini meningkat hingga 2 kwintal sampai 3 kwintal. Sedangkan permintaan keripik pisang dan selai pisang paling banyak diminati dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Pasuruan.
"Banyaknya permintaan itulah menyebabkan kami harus menambah pekerja. Pekerja ini bertugas mengolah pisang dan menggorengnya," ungkap Sri Wilujeng kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (13/9/2008).
Sementara untuk memenuhi permintaan, pihaknya membeli pisang ke petani di Kecamatan Senduro dan Pasar Argopolitan. Meski begitu dirinya mengaku memiliki stok pisang yang memadai.
"Jika tidak langsung beli ke penjual pisang, nantinya bisa dibeli pedagang dari luar kota. Makanya kita pesan dulu ke petani," tutur Sri.
Sementara harga keripik pisang yang biasa dijual di tempatnya seharga Rp 15 ribu perkilo kini naik menjadi Rp 20 ribu. Sedangkan untuk selai pisang 1 kotak yang semula Rp 20 ribu kini menjadi Rp 25 ribu.
"Kenaikan harga keripik dan selai ini disebabkan harga bahan pembuatannya naik semua. Jadi wajar kalau kita menaikkan harganya," kata Sri sambil meracik bumbu keripik pisang.
Akibat permintaan keripik pisang dan selai meningkat, para pekerja pun harus bekerja lembur. "Jarang-jarang ada permintaan banyak kayak gini Mas, makanya kami harus keras ekstra," pungkas Wilujeng. (fat/fat)











































