Dugaan Oknum Polisi dan TNI Terlibat Dibantah

Perampokan Toko Emas di Kediri

Dugaan Oknum Polisi dan TNI Terlibat Dibantah

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2008 17:46 WIB
Kediri - Ditemukannya proyektil peluru di lokasi perampokan Toko Emas Jaya Mulya Kota Kediri memunculkan spekulasi kejadian tersebut melibatkan aparat kepolisian maupun TNI. Namun hal tersebut dibantah oleh polisi.

"Tak terdapat keterlibatan TNI dalam kasus ini. Ini murni kejahatan terencana yang dilakukan sipil," kata Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP David Subagio dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Mapolresta Kediri, Jalan Brawijaya, Jumat (12/9/2008).

David menjelaskan, kesimpulan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, yang mengetahui terjadinya kejadian tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dengan mendengar suara dan bekas tembakannya, sementara kami simpulkan tidak ada keterlibatan TNI. Itu senjata rakitan," jelas David.

Dalam kesempatan tersebut, David juga mengatakan guna memudahkan proses pengejaran terhadap 4 pelaku perampokan, jajaran Satreskrim Polresta Kediri membentuk 3 tim khusus.

"Mereka akan melakukan pengejaran dengan fokus masing-masing. Ada yang ke dalam kota dan ke luar kota," papar David.

David juga mengatakan, 3 tim khusus tersebut tak hanya terdiri dari anggota Satreskrim, melainkan dari satuan lain yang dianggap kompeten untuk menjalankan tugas tersebut.

Ketika ditanya mengenai spesifikasi arah pengejaran, David menolak untuk mengatakannya. Menurutnya hal tersebut masuk dalam skema rencana pengejaran dan tidak bisa dipublikasikan.

"Seperti saya katakan tadi, ada yang ke dalam dan ke luar kota. Kalau spesifikasi tentu itu rahasia kami," ungkapnya.

David menambahkan, dengan segala upaya yang dilakukan jajarannya, termasuk dengan menyebarkan sketsa wajah salah satu pelaku, pihaknya berharap masyarakat dapat memberikan bantuan, termasuk dengan memberikan informasi terkait. (bdh/bdh)
Berita Terkait