Para PKL yang mayoritas pedagang buah itu tidak terima dengan sikap Satpol PP yang dinilai kurang memperhatikan nasib warga kurang mampu. Para pedagang sempat melawan dan sebagian besar PKL menolak dagangannya disita petugas.
Pihak Satpol PP sendiri tidak peduli dengan berbagai macam alasan PKL. Sebab sehari sebelumnya sudah memberi teguran jika sepanjang jalan Asta merupakan area terlarang bagi PKL. Penertiban PKL kali ini, petugas juga menyita meja tempat jualan yang dimasukkan ke dalam truk.
Kepala Satpol PP Pamekasan, Mohamad Rofi'ie mengatakan, penertiban PKL yang menggunakan trotoar dan jalan yang dilarang ditempati tetap akan dilakukan setiap waktu.
"Kalau hari sebelumnya, kita fokus pada warung yang buka siang hari. Hari ini PKL yang berjualan di area terlarang tetap ditertipkan, karena mengganggu keindahan kota," tegas Rofi'ie kepada wartawan di sela-sela sibuk memimpin penertiban PKL di Jalan Asta, Pamekasan, Jumat (12/9/2008).
Dia mengaku akan memantau aktivitas PKL selama bulan Ramadan. Baik yang berjualan di area terlarang maupun di warung yang buka di siang hari. "Warung yang buka siang hari akan kita sweeping," katanya. (fat/fat)











































