Menurut Yudi Broto, Kasi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Malang, pihaknya telah melakukan pengecekan secara ketat disetiap sapi yang disembelih.
Yudi juga menjamin semua daging Sapi yang disembelih di RPH tersebut bebas dari upaya penggelongongan. "Semua Sapi yang disembelih di sana langsung diawasi oleh dinas Peternakan Malang," tegas Yudi, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (11/9).
Dalam sepekan terakhir jelas Yudi, pihaknya memotong sekitar 40 hingga 60 sapi per harinya. Pemotongan diperkirakan akan meningkat sekitar 20 persen pada H-5 hingga H+5 lebaran. "Tukang jagalnya hanya libur dua hari dan masuk pada H+3," tambah Yudi.
Lantas bagaiman dengan daging kiriman? Yudi membenarkan ada daging kiriman dari luar Kota Malang. Namun jumlahnya tidak banyak. Daging tersebut kebanyakan berasal dari Blitar dan Kabupaten Malang.
Mengenai daging kiriman itu, Yudi meminta warga Malang tidak perlu khawatir. Sebab semua daging yang telah dipotong tidak bisa langsung dijual di pasar. "Daging yang masuk Malang merupakan pesanan dari RPH. Sehingga semuanya dicek terlebih dahulu oleh RPH," ungkapnya. (bdh/bdh)











































