Daging-daging temuan itu diduga sudah lama tidak laku terjual, namun oleh pihak pedagang tetap dipasarkan. Bila dilihat sepintas kondisi daging segar, tapi aromanya bau busuk.
Sidak Dinas Peternakan yang sengaja dilakukan menjelang lebaran ini juga dilakukan di pasar kecamatan Lenteng, Kalianget, Prenduan dan Bluto serta sejumlah pasar tradisional lainnya. Tapi, yang ditemukan daging tidak layak konsumsi hanya di pasar kota dan Ambunten.
Kasi Kesehatan Hewan Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep Ainur Rasyidi mengatakan, daging yang tidak layak konsumsi itu jumlahnya tidak banyak dan langsung diamankan oleh timnya.
"Daging yang rusak itu jangan sampai beredar lagi dipasaran," ujar Ainur pada detiksurabaya.com di kantornya, jalan Urip Sumoharjo, Rabu (10/9/2008).
Ainur menolak untuk menyebutkan identitas pedagang yang menjual daging tidak layak konsumsi tersebut. Namun, ia memastikan jika dipasaran nantinya tidak akan ada lagi daging yang kadaluarsa.
"Tim pemantau kesehatan daging akan meningkatkan volume pemantauan dari 2 kali dalam sepekan menjadi 4 sampai 5 kali. Kalau perlu ya tiap hari," janjinya.
Peningkatan pemantauan daging dipasaran selain untuk memantau stok juga mencegah daging yang tidak layak dikonsumsi dijual lagi oleh pedagang seiring dengan tingginya permintaan. (bdh/bdh)











































