Aksi damai itu berada dalam lokasi pabrik meubel milik PT Himalaya Grafurin International (HGI) di jalan Hayam Wuruk Bojonegoro. Pantauan detiksurabaya.com, buruh peserta aksi hanya duduk di halaman parkir yang beralas paving stone tanpa poster maupun orasi untuk menghormati bulan Ramadan.
"THR itu hak kami, kenapa tahun ini tidak diberikan? Tolong perusahaan menghormati hak karyawan dan mematuhi aturan pemerintah, jangan seenaknya sendiri," kata Sugeng, juru bicara aksi dihadapan sejumlah mandor pabrik, Selasa (9/9/2008).
Tahun 2007 lalu mereka sempat menerima THR senilai 1 bulan gaji yaitu Rp 575 ribu. Tapi tahun 2008 ini rencananya PT HGI hanya akan memberikan bingkisan sembako lebaran. Selain itu, buruh menuntut perlindungan kesejahteraan dan jaminan kesehatan dengan didaftarkan pada PT Jamsostek.
Buruh PT HGI yang kebanyakan berasal dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban ini mengecam aturan perusahaan yang sangat kaku dan otoriter. Sebab perusahaan hanya mengakui surat izin tidak masuk kerja yang dilengkapi dengan surat keterangan Ketua RT setempat. Jika tidak, maka buruh tersebut dianggap mangkir.
"Dulu ada teman kami namanya Anang yang tidak masuk kerja 1 hari karena ibunya sakit. Tapi hanya gara-gara surat izinnya tidak dilengkapi surat pak RT akhirnya Anang di PHK sepihak karena dituduh mangkir," tutur Sugeng pada detiksurabaya.com ditengah aksi mogok kerja.
Lantaran aksi mogok kerja dilakukan secara spontan maka lembar tuntutan mereka tulis disela-sela aksi mereka. Daftar tuntutan tersebut lalu diserahkan pada Sanusi, Kepala Personalia PT Nashri Jaya Abadi (NJA), sebagai perusahaan outsourcing PT HGI.
"Tulis saja semua tuntutan kalian. Nanti akan saya sampaikan pada pimpinan di Surabaya. Tapi saya minta kalian semua mulai bekerja kembali, soal jawaban atas tuntutan ditunggu saja sambil kerja," kata Sanusi dihadapan para buruh.
Namun buruh tetap mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi. Sebab buruh menganggap PT HGI mampu membayar THR mengingat keuntungan pabriknya sangat besar. Dalam seminggu PT HGI mampu mengekspor 3 kontainer meubel ke Arab dan negara-negara Asia Tenggara. (bdh/bdh)










































