Kekeringan, Warga Antre Air Sumber

Kekeringan, Warga Antre Air Sumber

- detikNews
Senin, 08 Sep 2008 08:41 WIB
Kekeringan, Warga Antre Air Sumber
Surabaya - Sebagian warga di wilayah Madiun, Ngawi dan Magetan sejak sebulan lalu mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Warga pun kesulitan air bersih.

Tiap hari ratusan warga mengantre jerigen untuk mendapat air di salah satu sumber yang ada di kampung halaman pelawak Kirun di Desa Bagi Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Warga yang mengantre kebanyakan dari wilayah Ngawi seperti Kecamatan Kwadungan dan Kecamatan Pangkur. Sedangkan wilayah Magetan tampak warga dari Kecamatan Karyoharjo dan Kecamatan Barat yang jarak tempuh dari lokasi sumber 7 Km hingga 10 Km bila berkendaraan motor. Dan bagi warga yang tidak memiliki motor harus mengojek dengan ongkos Rp 1.000 hingga Rp 5 ribu.

Pengelola sumur air mineral Nyono (50) menjelaskan warga yang mengambil air mineral langsung siap minum ini telah diuji oleh Depkes. Dan biasanya warga memasukkan uang seikhlasnya ke kotak amal yang disediakan.

"Air ini siap minum tanpa dimasak dan yang antre banyak dari luar Madiun seperti Magetan dan Ngawi. Bahkan tiap hari ada antrean pagi hingga malam, mungkin ada yang antre 20 - 50 jerigen," jelas Nyono kepada detiksurabaya.com usai salat shubuh di lokasi, Senin (8/9/2008).

Nyono menambahkan pendapatan uang kas dari sumber air mineral Desa Bagi
Kecamatan/Kabupaten Madiun ini mencapai Rp 200 - Rp 300 ribu setiap harinya. Uang tersebut digunakan untuk pembangunan lokasi yang terletak di pinggir jalan raya menuju ke Kecamatan Sawahan dekat rumah kediaman pelawak Kirun.

Sementara salah satu pengantre, Jono (45) warga Pangkur Ngawi mengatakan jika dirinya tiap 2 hari sekali mengantre untuk mendapat air bersih karena sumurnya sudah keruh akibat kemarau.

"Sumur saya sudah keruh ya terpaksa dua hari sekali ambil air di sini," jelas Jono. (fat/fat)
Berita Terkait