Setiap Ramadan, Pengemis Dadakan Marak di Sumenep

Setiap Ramadan, Pengemis Dadakan Marak di Sumenep

- detikNews
Sabtu, 06 Sep 2008 10:10 WIB
Setiap Ramadan, Pengemis Dadakan Marak di Sumenep
Sumenep - Setiap bulan suci Ramadan tiba, pengemis dadakan mulai bermunculan di 4 kabupaten di Madura. Mereka selain mendatangi rumah-rumah warga dan perkantoran, para pengemis ini juga mangkal disejumlah toko swalayan serta di tempat keramaian lainnya.

Mereka sangat faham, jika warga muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan sering mengeluarkan sodaqoh pada warga miskin. Baik berupa uang, beras, dan pakaian.

Bahkan jumlah pengemis akan terus bertambah pada 10 hari terakhir bulan puasa. Mereka tidak hanya kalangan nenek dan kakek maupun yang mengalami cacat tubuh, melainkan anak-anak.

Salah seorang ibu rumah tangga, Ny Sutinah (38) warga Perumahan Bumi Sumekar, Sumenep mengatakan, hampir setiap 2 jam ada pengemis yang datang ke setiap rumah warga. Padahal, jika bukan bulan puasa dalam sehari hanya 1 sampai 2 orang. Itupun nenek-nenek yang sudah tidak mampu bekerja.

"Pada bulan Ramadan ini, dari pagi sampai sore hari tidak sepi dari pengemis," ujar Sutinah pada detiksurabaya.com di rumahnya, Perumahan Bumi Sumekar, Sumenep, Sabtu (6/9/2008).

Menurut dia, sebagian warga ada yang senang dengan kedatangan pengemis itu, jika yang bersangkutan kelihatan tua atau cacat tubuh dan sudah tidak mampu bekerja. Namun, jika pengemis itu kelihatan kekar, apalagi laki-laki banyak yang kurang simpatik.

Salah seorang pengemis yang mangkal disebuah toko swalayan Jalan Panglima Sudirman, Sumenep, Ny Inem (45) mengaku terpaksa mengemis karena tidak mempunyai keterampilan bekerja. "Kalau tidak mengemis ya tidak bisa makan, Pak!," kata Inem pada detiksurabaya.com di areal salah satu toko swalayan di Jalan Panglima Sudirman, Sumenep.

Ia mengaku sering mangkal bersama 5 teman sedesanya di toko swalayan tersebut. Sebab, untuk berkeliling ke rumah-rumah warga sudah tidak mungkin seiring dengan banyaknya pengemis.

"Dulu saya keliling ke rumah-rumah warga, tapi karena yang minta-minta bertambah banyak apalagi pada bulan puasa, ya saya di sini saja," ujar Inem asal Kecamatan Batang-Batang, Sumenep ini.

Sejak bulan Ramadh, setiap pengemis tersebut mampu mengumpulkan uang antara Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu. Jika di luar bulan Ramadan, uang yang didapat hanya berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu dalam sehari.

Tidak ada yang tahu jumlah pasti berapa pengemis yang berkeliaran di 4  abupaten di Madura. Namun, mereka sudah mempunyai kelompok dan areal masing-masing dalam mencari rezeki dari pemberian orang.
(bdh/bdh)
Berita Terkait