"Memang tidak semua nasabah menggadaikan barangnya hanya untuk kebutuhan puasa serta lebaran, tapi juga untuk modal meningkatkan usahanya," kata Manajer Perum Pegadaian cabang Blitar Nurudin pada wartawan di kantornya, Jalan Merdeka Blitar, Jumat (5/9/2008) .
Menurutnya, peningkatan nasabah telah terjadi sejak hari pertama puasa. Sehingga dalam kurun waktu 5 hari puasa, ratusan nasabah menggadaikan barang- barang berharga miliknya. Bahkan hingga hari ini tercatat omset pegadaian lebih dari 400 juta.
"Dari total barang yang masuk sekitar 85 % merupakan perhiasan emas. Sedangkan sisanya adalah barang-barag elektronik hingga kendaraan bermotor," jelasnya.
Kondisi ini memang sering kali terjadi saat bulan puasa. Banyak nasabah yang menjaminkan barangnya, namun saat akan menjelang lebaran mereka akan segera menebus kembali barang gadaiannya.
Adanya peningkatan permintaan gadai ini, maka pihak pegadaian harus menyediakan dana sekitar Rp 100 hingga Rp 150 juta perharinya. Jumlah tersebut dipastikan juga akan terus meningkat hingga 1 pekan menjelang lebaran nanti.
"Untuk tahun 2008 ini kami mentargetkan omset hingga Rp 20 miliar dari target proyeksi Rp 25 miliar pertahunnya," pungkasnya. (bdh/bdh)










































