Sebagian dari mereka datang hanya untuk melihat-lihat suasana sore di tempat itu sambil menunggu beduk magrib dikumandangkan.
"Tolong di bungkuskan kuenya bu," kata Andi seorang karyawan swasta pada seorang penjual aneka macam kue, Kamis (4/9/2008). Andi hanyalah satu dari puluhan atau bahkan ratusan orang yang memilih membeli menu buka puasanya di pedagang takjil dadakan yang hanya ada di bulan puasa ini.
Andi menuturkan, dia memilih membeli menu buka puasa pada pedagang yang berada di tempat itu karena menunya yang beraneka ragam. Dia bebas memilih semua jenis makanan kue atau minuman yang dia inginkan. Kepraktisannya juga menjadi alasan tersendiri bagi Mario yang berbelanja dan memilih menu buka puasa bersama seorang temannya.
"Sesampai di rumah tinggal menunggu saat berbuka tanpa harus repot-repot memasak," tuturnya.
Banyaknya pedagang yang menjual menu buka puasa mulai kue, berbagai jenis minuman serta makanan berat memang menjadi daya tarik tersediri bagi yang melintas di jalan ini. Apalagi tampilannya cukup menggiurkan seolah menggambarkan kenikmatan rasanya bila di santap saat berbuka puasa. Ini tentu saja cukup memberikan alasan bagi mereka untuk berhenti dan membelinya.
Suasana sore yang ramai di tempat yang juga terletak persis di depan taman makam pahlawan hanya bisa dilihat saat bulan ramadhan saja. Selain bulan puasa hanya ada beberapa warung tenda yang menjual makanan berat, itupun baru buka malam hari.
"Tempatnya di sini strategis mas, sehingga banyak yang memilih jualan takjil disini," kata Yonani, seorang mahasiswa yang ikut-ikutan ngobyek jualan takjil.
Selain mengundang selera, harga yang ditawarkan oleh pedagang takjil dadakan ini relative sangat murah. Untuk menu minuman dijual antara Rp 1.500 sampai Rp 2.000 saja, kue hanya berkisar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kuenya. Sedangkan untuk makanan berat alias Nasi plus lauknya harganya tidak lebih dari Rp 5.000.
Lain halnya dengan Dian, ibu rumah tangga ini mengaku menjual menu takjil tidak semata-mata untuk mengais rupiah. Sembari melayani pembeli yang datang, Dian terus bercerita.
Dia mengaku berjualan di bulan Ramadan sambil menambah amal. "Jualan takjil itukan sambil beribadah juga," ujarnya dengan senyum yang tersungging di bibirnya. (bdh/bdh)











































