DetikNews
Selasa 06 September 2016, 12:32 WIB

Ini Dia Mahasiswa Pencetus Kampung Warna-Warni di Kota Malang

Muhaammad Aminudin - detikNews
Ini Dia Mahasiswa Pencetus Kampung Warna-Warni di Kota Malang Delapan Mahasiswa Pencetus Kampung Warna-Warni/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kampung warna-warni di Kelurahan Jodipan, Kota Malang, resmi dijadikan ikon destinasi oleh Pemkot Malang. Siapa sangka perkampungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas menyerupai Santorini di Yunani digagas oleh delapan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diketuai Nabila Firdausiyah.

Para mahasiswa ini menyulap kampung yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata baru setelah disentuh dengan pengecatan warna-warni pada dinding, atap, pagar rumah hingga jalan setapak dan tangga-tangga batunya.

Alhasil, dengan menggandeng program Corporate Social Responsibilities (CSR) perusahaan cat mereka berhasil mewujudkan ide kreatifnya. Warna mencolok tak pelak kini kawasan Jodipan menjadi obyek foto selfie yang menarik bagi siapa saja.
Kampung Warna-Warni Jodipan/Foto: Muhammad Aminudin
Dari berbagai postingan di media sosial, view foto yang diambil dari jembatan yang menghubungkan Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, tak jauh dari Stasiun Besar Malang menyebut pemandangan itu lebih menyerupai kawasan Izamal di Meksiko, Nyhavn di Denmark, St John di Kanada atau bahkan Cinque Terre di Itali.

"Orang sini menyebutnya sebagai kampung warna-warni," ujar Nabila Firdausiyah, Ketua kelompok mahasiswa yang menyulap kampung warna-warni, Selasa (6/9/2019).

Bersama tujuh temannya yang diberi nama Guys Pro Komunikasi UMM, kini Nabila bisa tersenyum bangga, hasil kerja nyata dirinya bersama Salis Fitria, Ira Yulia astutik, Dinni Anggraeni, Wahyu Fitria, Elmy Nuraidah, Fahd Afdallah dan Ahmad Wiratman.

Nabila mengisahkan, semua anggota timnya adalah mahasiswa Komunikasi UMM yang sedang menempuh mata kuliah Praktikum Event Public Relations. Tugas praktikum itulah yang mengharuskan mereka membuat program bermanfaat untuk masyarakat dengan menggandeng klien dari perusahaan swasta atau pemerintah.

"Kami harus membuat sebuah event yang bisa mencakup semuanya, partisipasi masyarakat, kebersihan, keindahan, kreativitas, dan yang penting kontinuitas," tutur Nabila.

Maka pilihan jatuh pada membuat program kerja bakti bersih-bersih, mengecat pagar, dan membuat mural. Tetapi kapasitas mahasiswa yang hanya sekelompok kecil membuatnya tidak maksimal.

Guys Pro-pun mencari akal lagi agar gerakan itu semakin masif. "Atas bimbingan dosen, kami berusaha mencari sponsor. Pilihan kami jatuh pada produsen cat di Malang yang memproduksi cat merk Decofresh," ujar Nabila.

Gayung bersambut, tak disangka, pihak PT Indana Paint sangat tertarik dengan proposal Guys Pro. Pemilik cat merk Decofresh ini siap menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk program ini.

Mereka manamainya sebagai "Decofresh Warnai Jodipan". Tak kurang 2 ton cat dihabiskan untuk menyulap kampung di bantaran sungai itu.
Berbagai elemen masyarakat dilibatkan untuk memulai bersih-bersih dan pengecatan lingkungan.

"Alhamdulillah semua antusias membantu kami," ujar mahasiswa pernah menjuarai kontes Marketting Public Relations di Universitas Media Nusantara (UMN) Tangerang, serta menjadi finalis berbagai lomba PR di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, UK Widya Mandala Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, itu.

Salis yang juga menjadi motor penggerak kelompok ini mengaku ide mengecat Jodipan diinspirasi konsep kawasan Kickstater, Rio De Janeiro, Brazil, Yunani serta Kota Cinque Terre, Italia. "Apalagi Malang dinobatkan sebagai Kota Kreatif, jadi kami yakin akan menambah nilai bagi kota Malang," beber Salis terpisah.

Sebagai konseptor, Guys Pro tidak mungkin dapat memetik hasilnya tanpa eksekutor. Untuk itu pihaknya menggandeng masyarakat setempat melalui ketua RW dan RT untuk mengerahkan tukang dan teknisi.
Delapan Mahasiswa Pencetus Kampung Warna-Warni/Foto: Muhammad Aminudin
Selain itu juga didukung oleh komunitas Mural Malang yang mendekorasi pagar dan tangga-tangga batu di dalam perkampungan. Sejumlah 90 rumah di RW 2 meliputi RT 6, 7 dan 9 menjadi sasaran.

"Biasanya juga ketika hari libur masyarakat ada yang membantu dan bahkan masyarakat ikut menghiasi dinding rumahnya dengan lukisan-lukisan," jelas Salis.

Dosen pembimbing praktikum, Jamroji, M.Comm, ikut mengapresiasi kerja kelompok Guys Pro ini. Menurutnya, telah banyak karya yang dilahirkan oleh kelompok kerja praktikum tetapi Jodipan ini merupakan yang paling fenomenal.

"Mahasiswa kami bebaskan untuk memilih klien dan program yang diinginkan. Tetapi mereka harus berangkat dulu dari sebuah riset, presentasi proposal hingga eksekusi dan publikasi kegiatan secara matang," terang Jamroji.

Meski terasa berat, tugas praktikum ini sangat memuaskan bagi kelompok Guys Pro. Mereka merasa apresiasi masyarakat dan perusahaan swasta cukup besar sehingga ikut membangkitkan semangat. "Saya dan Dinni rela menunda jadwal KKN untuk menunggui program ini agar terus berjalan. Masyarakat di sini juga welcome sekali, siap setiap saat membukakan pintu untuk kami. Ini luar biasa," sebut Nabila.

Parin, Ketua RW 02, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengatakan, ide mengecat tempat tinggal warganya memang berawal dari sejumlah mahasiswa UMM. Niatan tersebut disambut positif agar kampung terkesan menarik dan menghilangkan kesan kumuh.

"Kami jadi senang, selain bersih banyak yang mengenal kampung ini sekarang, karena dianggap menarik," ungkap dia.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed