DetikNews
Jumat 17 Juni 2016, 19:34 WIB

Paus-paus yang Mati Terdampar di Probolinggo Dikubur Secara Massal

M Rofiq - detikNews
Paus-paus yang Mati Terdampar di Probolinggo Dikubur Secara Massal Penguburan massal paus yang mati/Foto: M Rofiq
Probolinggo - 12 Paus yang mati terdampar di perairan Probolinggo, telah dikubur secara massal, sekitar 50 meter dari bibir pantai, Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Jumat (17/6/2016) sore.

Tim dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupten Probolinggo, menggunakan eskavator untuk menggali kuburan paus secara massal, dengan kedalaman sekitar 2 meter. Dengan posisi berjejer, dilengkapi dengan kain kafan.

Saat penguburan paus dilakukan, sempat menarik perhatian warga setempat dan warga luar yang menyaksikan. Bahkan, aparat dan warga sempat memberikan kain kafan dan juga batu nisan, terus dilanjutkan dengan melakukan tabur bunga. Dan di ujung penutupan, warga memberikan doa tahlilan atas kematian 12 paus tersebut.

Kepala Desa Pesisir, Sanemo mengaku penguburan paus ini tidak dibiarkan begitu saja. Dengan mengikuti tradisi warga Pesisir, paus saat mati lalu dikubur secara manusiawi mirip prosesi pemakaman manusia pada umumnya.

"Sudah menjadi tradisi warga di sini, hewan mamalia yang terlindungi seperti hiu dan paus tetap kami lakukan ritual selamatan, itu sudah dari nenek moyang kami. Warga di sini kompak, biasanya kalau ada paus mati dikubur di sini, diselameti hingga 7 hari. Dan dilakukan tahlilan," kata Sanemo, kepada wartawan di lokasi.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi membenarkan 12 paus yang mati dilakukan penguburan secara massal.

"Sudah dikubur secara massal. 2 Paus kembali terdampar setelah dilepas kemarin, paus tak kuat dengan kondisinya. Sehingga ada 12 paus yang mati. Semua sudah selesai, baik melepas paus dan penguburan," jelas Dedy.

Sebelum dikubur massal, paus-paus ini sempat diteliti oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mereka melakukan penelitian ilmiah cek Nekropsi pembedahan pos mortem dan antem mortem.

Penelitian ini untuk mengetahui genetik kesamaan dan karakter ikan paus yang terdampar di Probolinggo ini, dengan paus yang ada di negara lain.

Sekar Mira, tim peneliti dari LIPI mengaku sulit mengambil sampel dari jenis biota laut ini.

"Sulit mengambil sampel dari biota ini," jelas Sekar Mira.

Menurutnya, dua lembaga tim penyelamat satwa dari Jakarta, animal aid networks dan LIPI bahwa selat pantai utara merupakan alur lintasan migrasi paus ke selat Australia. Migrasi paus terjadi bulan Juli hingga Agustus dan kembali melintas bulan Februari hingga Maret.

Dari pantauan detikcom, sampai saat ini lokasi terdamparnya paus masih dipadati warga setempat dan warga luar Probolinggo.
  • Paus-paus yang Mati Terdampar di Probolinggo Dikubur Secara Massal
    Penguburan massal paus yang mati/Foto: M Rofiq
  • Paus-paus yang Mati Terdampar di Probolinggo Dikubur Secara Massal
    Tim LIPI melakukan penelitian/Foto: M Rofiq

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed