Dua Pelajar Lamongan Temukan Bakteri Penyembuh Diare

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 24 Mei 2016 14:58 WIB
Dua pelajar Lamongan ciptakan inovasi obat diare/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Lalat, satu di antara binatang yang menjijikkan bisa menginspirasi pelajar Lamongan. Bagaimana tidak, 2 pelajar ini berhasil menorehkan prestasinya berkat binatang yang dianggap menjijikkan ini. Prestasi tersebut adalah berinovasi dengan menciptakan obat penyakit diare dari bakteri yang terdapat pada tubuh lalat.

Dua pelajar SMAN 2 Lamongan itu yakni, Alfian Nurfaizi dan Arum Ayu Ratna Wilis. Berkat inovasinya tersebut, mereka meraih medali emas di ajang International Young Inventors Project Olympic yang digelar di Georgia April lalu.

Salah seorang pelajar, Arum Ayu Sekar Wilis mengatakan, dari penelitian yang dilakukan hampir 3 bulan, mereka berhasil menemukan kandungan bakteri serta sistem ketahanan pada lalat yang bisa digunakan untuk obat diare.

Menurut Arum, dalam tubuh lalat ternyata terdapat suatu sistem pertahanan, yakni bakteri aktomisentes yang dapat menimbulkan 2 antibiotik. "Dua antibiotik ini yaitu Aktimosetin dan Aktimositin yang bermanfaat sebagai obat diare," kata Arum kepada wartawan di sekolahnya, Selasa (24/5/2016).

Arum mengungkapkan, proses pembuatan obat diare dari lalat ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Lalat ditimbang sesuai dengan kriteria bobot, yakni 5 gram.

"Setelah melalui beberapa kali proses pencampuran air, lalat kemudian diteliti lagi untuk menetukan kandungan bakterinya," paparnya.

Dari kandungan bakteri yang sudah dinyatakan aman ini, lanjut Arum, cairan siap untuk diminumkan ke penderita diare. "Dari penelitian yang kami lakukan di puskesmas, dari 25 responden diketahui kalau pasien mengalami penyembuhan yang lebih cepat," ungkap Arum Ayu.

Dari penemuan 2 pelajar SMAN 2 ini, pihak sekolah berencana mengembangkan bakteri dari lalat ini dengan cara memproduksinya secara massal.

Salah satu guru, Hamim mengaku berkat penemuan mereka, 2 pelajar SMAN 2 Lamongan ini juga mampu meraih 2 medali emas di ajang International Young Inventors Project Olympic yang digelar di Georgia April lalu. (fat/fat)