Waspada, Beredar Pesan Hoax Catut Nama Kadinkes Kota Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 20:35 WIB
Close up of a computer keyboard with word of hoax on the red button
Ilustrasu hoax. Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages
Semarang -

Sebuah pesan hoax beredar dengan mencatut nama Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. Lewat media sosial, Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan pesan tersebut tidak benar.

Pesan yang beredar yaitu menginformasikan akan ada rapat kerja peningkatan kinerja tenaga kesehatan di Surabaya. Disebutkan biaya transportasi sebesar Rp 8 juta sudah ditanggung. Namun kemudian penerima pesan diminta menghubungi nomor tertentu.

"Waspada penipuan ya lur," tulis admin Instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang, @dkksemarang yang diunggah siang tadi, Rabu (19/1/2022).

Berikut isi pesan yang dikirim via Whatsapp (WA) yang beredar :

"Selamat Siang Saya dr. M.Abdul Hakam Sp.PD, (Kadis Kesehatan Kota Semarang), Menyampaikan Perihal Undangan Rapat Kerja Peningkatan Kinerja Tenaga Kesehatan Dari Ditjen Yankes Untuk Katarina Trias Putri, No Peserta 09998879 Yg Akan Dilaksanakan Pada Tgl 29-30 Januari 2022 Di Hotel Hilton Surabaya, Untuk Peserta Di Tanggung Biaya Transportasi Oleh Panitia Penyelenggara Ditjen Yankes Kemenkes Rp 8 jt, Untuk Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Acara Ini Serta Penerimaan Dana Transportasinya Mohon Agar Menghubungi Panitia Penyelenggara. Dr.dr. Iwan Panigoro, MH.Kes, Di 081210013334, Mohon Agar Di Hubungi Sekarang Juga Sudah Di T Di Tunggu, Maaf Saya Sma Karena Saat Ini Saya Sedang Tidak Di Tempat, Untuk Undangannya Bisa Di Ambil Hari Kamis, Tks".

Akun Instagram milik Dinkes Kota SemarangInstagram milik Dinkes Kota Semarang menginformasikan mengenai beredarnya hoax. Foto: Tangkapan layar

Akun Instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang mengunggah foto tangkapan layar dari pesan tersebut. Selain itu dibubuhi pula keterangan jika pesan itu hoax. detikcom sudah meminta izin pihak Dinkes Kota Semarang untuk mengutipnya.

"Waspada penipuan! Jika mendapatkan pesan Whatsapp seperti ini mohon diabaikan ya lur," imbau Dinkes Kota Semarang dalam postingannya.

(ahr/aku)