Suntikan Dana ke Bisnis Es Doger Diungkit, Gibran: Laporkan Saja

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 20:00 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ari Purnomo/detikcom.
Solo -

Bisnis es doger Goola yang didirikan Gibran Rakabuming Raka kembali disorot karena mendapat suntikan dana USD 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar pada 2019. Gibran mempersilakan jika ada pihak-pihak yang ingin mempersoalkan suntikan dana itu ke aparat hukum.

"Kalau ada laporan-laporan kejanggalan ya laporkan saja, tapi ya dibuktikan, jangan cuma dugaan," kata Gibran saat ditemui di Pasar Legi, Solo, Rabu (19/1).

Gibran juga tidak mempermasalahkan terkait isu-isu yang belakangan ini menyerangnya. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu juga mengaku tidak ingin mencari tahu apakah ada orang yang sengaja menyerangnya.

Seperti diketahui, selain isu suntikan modal dari JWC Ventures, Gibran juga sempat dilaporkan atas dugaan pencucian uang ke KPK.

"Yo rapopo (ya nggak apa-apa), serang saja. Nggak usah (dicari orangnya). Aku santai-santai saja, nggak mengurus yang kayak gitu," ujar Wali Kota Solo itu.

Gibran juga menegaskan tidak akan menghindar ketika dimintai keterangan terkait isu tersebut. Dia pun mengaku tak bisa melarikan diri.

"Saya juga nggak akan menghindar dari wartawan atau melarikan diri ke luar negeri," ungkapnya.

Menurutnya, suntikan modal dari JWC Ventures itu adalah hal biasa dalam dunia bisnis. Selain Goola, bisnis Mangkokku yang dia dirikan juga mendapatkan suntikan dana dari JWC Ventures.

"Biasa banget, dan juga bukan cuma saya. Itu kan yang ngasih modal masih satu grup dengan Kopi Kenangan. Ya tugasnya seperti itu, biar cabangnya tambah banyak," katanya.

Dia juga menjelaskan suntikan modal itu diberikan secara bertahap. Seperti Mangkokku, suntikan dana diberikan setelah bisnis sudah berjalan beberapa waktu.

"Modal itu diberikan bertahap. Mangkokku itu lebih banyak, cabangnya juga banyak. Kemarin ada 80 cabang di Indonesia. Silakan cek saja, saya lapor LHKPN juga tertib," pungkasnya.

(dil/ahr)