Bikin Kaget! Puluhan Barang Elektronik di Pekalongan Tetiba Mati-Rusak Bareng

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 13:28 WIB
Perangkat Desa Karangjati, Suherlis (54), menunjukkan TV yang rusak, Rabu (19/1/2022).
Perangkat Desa Karangjati, Suherlis (54), menunjukkan TV yang rusak, Rabu (19/1/2022). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Warga di tiga RT, Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dikagetkan dengan puluhan barang elektroniknya yang tiba-tiba mati dan rusak pada waktu bersamaan, kemarin sore. Seorang perangkat Desa Karangjati, Suherlis (54) mengatakan sebelum rusak, televisi miliknya mengeluarkan suara yang membuatnya kaget.

"Tiba-tiba saya mendengar suara 'tor'. Tidak begitu keras tetapi bikin kaget. Dari televisi tabung saya keluarkan asap dan semua listrik mati," ujar Suherlis kepada detikcom di rumahnya, yang merupakan warga RT 11 RW 04, Rabu (19/1/2022).

Suherlis sempat mengira kejadian itu hanya terjadi di rumahnya saja. Namun saat keluar rumah, dia melihat tetangganya sudah ramai-ramai berada di luar rumah dan membicarakan kejadian yang baru saja mereka alami.

"Kami menerima laporan ada tiga RT, mengalami kejadian serupa. Di RT 09 RW 03, RT 10 dan RT 11 di RW 04, mengalami hal yang sama," ucapnya.

Dia mengatakan peristiwa itu baru pertama kali terjadi di daerah tersebut.

"Kalau dijumlah barang elektronik seperti televisi, ya ada 20 lebih milik warga yang rusak tidak bisa dipakai lagi. Belum lagi, pompa air, kulkas, dinamo mesin jahit, kipas angin, dan barang elektronik lainnya," lanjut Suherlis.

Suherlis mengatakan warga sudah menghubungi PLN setempat. Selanjutnya oleh pihak PLN diarahkan untuk untuk menghubungi nomor 123 atau aplikasi PLN.

"Malam harinya, petugas datang, nggak tahu juga apa yang dibetulkan dan bilang ke kami, listrik sudah normal kembali," jelasnya.

"Warga sempat bertanya-tanya, normal kembali seperti apa, apa awalnya tidak normal? Sudah terlanjur barang elektronik rusak, siapa yang tanggung jawab," kata Suherlis.

Dia juga mengungkap kini warga masih trauma dan takut kejadian yang sama terulang kembali. Menurutnya ada juga warga tak mampu yang hanya memiliki satu TV dan kini rusak karena peristiwa kemarin.

"Yang kasihan kan orang yang tidak mampu, televisi satu-satunya rusak. Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada jaringan listrik," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...