Tagih Duit Miliaran, Nasabah Kembali Geruduk KSP Sejahtera Bersama Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 16:38 WIB
Nasabah menggelar tempel poster di kantor KSP Sejahtera Bersama Klaten, Selasa (18/1/2022).
Nasabah menempel tulisan di kantor KSP Sejahtera Bersama Klaten, Selasa (18/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Nasabah koperasi simpan pinjam (KSP) Sejahtera Bersama kembali mendatangi kantor cabang Klaten untuk meminta pencairan uang mereka. Karena merasa tidak mendapat kejelasan, para nasabah menumpahkan kekesalan dengan menempel berbagai macam tulisan di kantor koperasi tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi, awalnya para nasabah datang sekitar pukul 10.00 WIB. Para nasabah dipersilakan masuk pengurus untuk mendapatkan penjelasan, dan mereka keluar sekitar pukul 12.00 WIB. Nasabah yang mayoritas emak-emak ini pun langsung membentangkan spanduk di pintu masuk kantor.

Para nasabah kemudian menempel poster terbuat dari kertas di dinding dan pintu kantor. Poster berukuran folio itu berisi berbagai tulisan di antaranya, "Kami butuh kepastian bayar kapan; Tolong dengar kami pak!: KSB kapan lagi kami harus nunggu janjimu".

"Hari ini nasabah cuma minta satu, kapan pencairan uangnya. Tapi hasilnya cuma janji-janji, kita pusing," ungkap salah satu nasabah, Sudirin kepada detikcom, Selasa (18/1/2022).

Menurut Sudirin, aksi nasabah ini sudah ketiga kalinya, tetapi tetap tidak ada kejelasan dari pihak koperasi. Padahal dana nasabah yang ada di koperasi jumlahnya mencapai miliaran.

"Dananya ada miliaran. Saya saja hampir Rp 200 juta. Kita cuma minta kejelasan tidak cuma janji. Katanya Juli-Desember sampai sekarang tidak bisa cair padahal uang sendiri," sambung Sudirin.

Sementara nasabah lain yang juga mantan marketing di koperasi itu, Totok Supriyanto, mengatakan dirinya dan pengurus lain jadi korban utama. Namun pencairan terus tertunda.

"Kita ini korban utama, masa pandemi katanya akan bangkit reborn lagi dan kita yang nalangi. Saya sudah ratusan juta lebih untuk nalangi," ucap Totok kepada wartawan.

Totok menyebut, dana untuk regional eks Karesidenan Surakarta saja sudah mencapai Rp 460 miliar. Sementara uang milik Totok saja mencapai Rp 1,2 miliar.

"Total regional eks Surakarta saja mencapai Rp 460 miliar, saya sendiri total Rp 1,2 miliar. Ini tadi dijanjikan lagi lima tahun," lanjut Totok.

Pimpinan KSP Sejahtera Bersama tidak bersedia dimintai konfirmasi wartawan. Seorang satpam bernama Tri Wibowo mengatakan pimpinan tidak bersedia untuk diwawancarai.

"Saya sudah sampaikan, terserah bersedia atau tidak itu pimpinan," katanya.

Sebelumnya, para nasabah juga sempat mendatangi koperasi simpan pinjam (KSP) Sejahtera Bersama Klaten, Jawa Tengah. Mereka mengaku resah sebab dana mereka belum dicairkan.

"Pada awalnya bagus, setelah ada pandemi COVID semua error tidak bisa diambil. Semua di-pending tidak bisa diambil," ungkap perwakilan nasabah, Sudirin kepada detikcom di kantor KSP Sejahtera Bersama, Jalan Veteran, Klaten Utara, Senin (4/10).

(aku/ams)