Asal-usul Kata Nusantara yang Dipilih Jokowi Jadi Nama Ibu Kota

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 13:59 WIB
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru sudah diputuskan pemerintah dengan nama Nusantara. Bagaimana sejarah nama Nusantara?
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru. (Foto: dok screenshot)
Sleman -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Nusantara sebagai nama Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Margana, mengungkap asal-usul kata 'Nusantara'.

"Nusantara itu sebuah konsep geopolitik untuk mencakup secara keseluruhan wilayah yang terdiri unsur darat dan air (kepulauan dan lautan) di bawah suatu entitas negara. Nama diambil untuk ibu kota tentu yang bisa mencakup pengertian itu," kata Margana melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Nusantara sebagai Bahasa Nasional

Margana menyebut, dari segi bahasa, 'Nusantara' saat ini sudah diadopsi dalam Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa nasional. Kata 'Nusantara' sendiri sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang bermakna 'sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia'.

"Bahasa Indonesia itu umumnya diadopsi dari Bahasa Melayu, Jawa dan bahasa asing dan daerah lainnya. Itu perlu ditekankan sudah diadopsi dalam bahasa nasional," ujar Margana.

Selain itu, Bahasa Jawa kuno dan Bahasa Sansekerta juga tidak hanya dipakai di Jawa saja. Banyak prasasti di Kalimantan atau Sumatera juga menggunakan Sansekerta. Hal ini sekaligus menganulir jika nama Nusantara terlalu Jawa-sentris.

"Bahasa Jawa Kuno dan Sansekerta itu tidak hanya dipakai di Jawa. Prasasti-prasasti masa Hindu di Sumatera dan di Kalimantan juga pakai Bahasa Sansekerta," urainya.

Nusantara Lahir di Era Majapahit

Menurut Margana, nama 'Nusantara' lahir di masa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Pusat pemerintahan atau ibu kota kerajaan Majapahit sendiri memang berada di Jawa, tepatnya di Mojokerto, Jawa Timur.

"Terus kalau dari Majapahit kenapa, ini kerajaan yang dulu wilayahnya meliputi wilayah Nusantara atau Indonesia sekarang. Kenapa nama Ibu Kota Jakarta itu tidak diprotes itu juga jawa. Jangan terjebak pada nama, tapi makna," tegasnya.