Hari Pertama Vaksin Booster di Kota Tegal Masih Sepi Peminat

Imam Suripto - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:37 WIB
Vaksinasi booster hari pertama di Kota Tegal, Senin (17/1/2022)
Vaksinasi booster hari pertama di Kota Tegal (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal -

Vaksinasi dosis tiga atau booster di Kota Tegal, Jawa Tengah pada hari pertama masih tampak sepi. Target booster tahap pertama ini kalangan lansia, dan usia 18-59 tahun bagi peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Pantauan di di Puskesmas Margadana, Senin (17/1/2022), vaksinasi booster hari pertama masih sepi. Hingga siang hari hanya sekitar 10 orang yang mengikuti vaksinasi booster.

"Alhamdulillah pada hari ini kita mulai pelaksanaan booster yang pertama kali di wilayah Puskesmas Margadana cuma dapat 10 orang sampai siang," kata Kepala Puskesmas Margadana Kota Tegal, dr Wahidin pada wartawan di kantornya, Senin (17/1/2022).

Wahid menduga minimnya peminat vaksinasi booster ini karena kurangnya sosialisasi tentang jadwal vaksin. Sehingga informasi adanya vaksinasi booster ini belum tersampaikan kepada masyarakat.

"Mungkin kita belum koordinasi yang lebih gencar kepada yang punya wilayah yakni Pak Lurah," ujar dr Wahidin.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari, menyebut pelaksanaan vaksinasi serentak digelar di delapan puskesmas yang ada di Kota Tegal. Vaksinasi dosis ketiga ini menggunakan vaksin Moderna full dosis.

"Sementara kita masih pakai vaksin Moderna. Tervaksin hari ini 98 orang dari delapan Puskesmas yang ada," ujar Primawati, hari ini.

Primawati juga menyebut hari pertama vaksinasi booster ini masih kurang tersosialisasi dengan baik. Sehingga menurutnya capaian target vaksin booster hari pertama ini masih rendah.

"Masyarakat sudah sadar pentingnya vaksinasi. Sudah banyak yang menanyakan kepada kami kapan pelaksanaannya dan sudah mau mendaftarkan peserta yang akan dilakukan booster," terang dia.

Menurut Primawati, permintaan vaksin ketiga atau booster sebenarnya sudah banyak, terutama dari kelompok perusahaan. Tetapi, pihaknya lebih memprioritaskan untuk lansia dan untuk usia lebih dari 18-59 tahun untuk peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Beberapa perusahaan sudah mengirim surat kepada kami tapi, nanti kita tunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan. Karena surat edarannya diutamakan untuk lansia, kelompok rentan dan usia 18-59 tahun untuk peserta PIB," pungkas Prima.

(ams/sip)