Vaksinasi Booster di Solo Terkendala Stok Vaksin dan Petugas

Ari Purnomo - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:33 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti
Solo -

Vaksinasi booster di Kota Solo sementara ini tidak berjalan mulus seperti vaksinasi COVID-19 sebelumnya. Hal ini disebabkan minimnya ketersediaan vaksin booster serta kurangnya tenaga kesehatan yang akan menyuntikkannya.

"Kita itu (vaksinasi) booster kan vaksinnya masih terbatas, Jumat-Sabtu di RSUD. Sabtu itu karena malamnya saya dapat vaksin 2.000 dosis, langsung saya mainkan di puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (17/1/2022).

Ning mengatakan untuk penyuntikan vaksin booster juga terbatas. Walhasil, vaksinasi di Kelurahan Gajahan dan Gilingan hanya mengundang 60 lansia saja.

"Sik nyuntik (yang menyuntik) tidak ada, karena di sekolah semua. Kita undang hanya 60 (lansia) saja. Hari ini jadwal saya full di sekolah, tidak ada yang kosong," ungkapnya.

Ning juga menyampaikan pihaknya tidak mungkin meninggalkan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun. Sebaliknya, vaksinasi anak justru menjadi yang diutamakan.

"Sekolah tidak mungkin saya tinggal karena sudah saya share jadwalnya. Anak sekolah penting, (vaksinasi) booster juga penting. Anak sekolah ini kan justru vaksin primer, harus menjadi yang utama," urainya.

Menurut Ning, karena keterbatasan tenaga kesehatan itulah vaksinasi booster saat ini tidak bisa seperti vaksinasi COVID-19 sebelumnya. Pelaksanaan vaksinasi booster sementara ini harus sesuai dengan jumlah warga yang diundang.

"Ini tidak seperti zaman pertama, siapa saja yang datang langsung bisa. (Vaksinasi booster) Terhenti bukan karena vaksinnya habis, tapi karena SDM (kurang)," paparnya.

Terkait ketersediaan vaksin booster, Ning mengaku sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat. Dia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir karena vaksinasi booster tetap dilaksanakan secara bertahap.

"Kita sudah pengajuan, mudah-mudahan ini bisa berjalan berdampingan. Lansia yang sudah punya e-tiket kita dahulukan karena pedomannya harus mendahulukan lansia atau yang punya penyakit immunocompromised (masalah dengan sistem imun)," pungkasnya.

Simak video 'Daftar Kombinasi Vaksin Booster Tambahan Versi BPOM':

[Gambas:Video 20detik]



(dil/rih)