Fase Bulan Purnama, Waspada Banjir Rob di Pesisir Selatan Jateng

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 14:59 WIB
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir, pengalihan arus akibat banjir, awas banjir
Foto: Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir (Andhika-detikcom)
Yogyakarta -

BMKG mengeluarkan peringatan akan adanya potensi banjir pesisir (rob) di Jawa Tengah bagian selatan, dari pesisir Selatan Sukabumi sampai pesisir Selatan Yogyakarta. Peringatan potensi banjir rob itu terkait fase bulan purnama pada hari ini sampai besok Kamis, 17-20 Januari 2022.

Menurut keterangan BMKG, fase bulan purnama yang terjadi pada tanggal 17 Januari 2022 berpotensi menyebabkan peningkatan ketinggian pasang air laut yang lebih signifikan. Beberapa wilayah pesisir Indonesia diiimbau agar mewaspadai ketinggian pasang air laut maksimum yang menyebabkan banjir rob.

Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Krisnawan, mengatakan jika dilihat dari prakiraan, pasang surut tidak terlalu signifikan. Pasang air laut maksimum akan terjadi pada 17 Januari 2022 pukul 20.00 WIB, 18 Januari 2022 pukul 21.00 WIB dan 19 Januari 2022 pukul 21.00-22.00 WIB. Ketinggian pasang air laut itu sekitar 1,9 meter.

"Biasanya potensi rob itu terjadi kalau potensi gelombang laut dalam kategori tinggi, lalu ketinggian pasang surut hingga mencapai 2 meter, dan pasang maksimum sampai 2 meter atau lebih. Lalu, pasang minimum kurang dari 0,5 meter, itu biasanya potensinya (rob) tinggi," kata Rendy saat dihubungi detikcom, Senin (17/1).

Selain faktor pasang naik air laut, Rendy berujar, potensi banjir rob biasanya juga ditambah adanya hujan lebat. "Jadi ketika hujan lebat, pasang air laut itu naik walaupun tidak terlalu tinggi, bisa juga berpotensi banjir rob," ujarnya.

Sedangkan untuk gelombang air laut sendiri, kata Rendy, di wilayah Selatan Jawa Tengah termasuk dalam kategori tinggi. Gelombang air laut di pesisir dan samudra mencapai 4 meter dan sangat berbahaya bagi kapal yang melintas di wilayah perairan dan samudra selatan Jawa Tengah.

"Tapi biasanya kalau banjir pasang lebih ke pesisir, ke pantainya," kata Rendy.

Rendy menambahkan, untuk wilayah Cilacap, prakiraan pasang naik air laut terjadi sekitar Juni - Juli saat gelombangnya sangat tinggi, lalu pasang naiknya diatas 2 meter, tetapi pasang surutnya dibawah 0, 5 meter.

"Kalau dilihat dari prakiraan pasang naik air lautnya 1,9 meter, sebenarnya untuk Pesisir Cilacap potensinya kecil, tidak terlalu. Karena ada himbauan dari BMKG pusat termasuk wilayah Jawa Tengah, makanya saya rinci per wilayah," ujar Rendy.

(dil/ahr)