Banjir di Desa Clering Berangsur Surut, BPBD Jepara Terus Siaga

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 17:12 WIB
Kondisi banjir di Desa Clering Kecamatan Donorojo, Jepara, Minggu (16/1/2022)
Kondisi banjir di Desa Clering Kecamatan Donorojo, Jepara, Minggu (16/1/2022). Foto: Dok BPBD Jepara
Jepara -

Banjir di enam RT yang berada di Desa Clering Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kini berangsur surut. Ketinggian genangan banjir yang semua mencapai 80 sentimeter kini tinggal separuhnya.

"Sudah (berangsur surut), yang tadi 80 sentimeter sekarang tinggal 40 sentimeter," kata Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto kepada detikcom lewat sambungan telepon, Minggu (16/1/2022).

Menurutnya, BPBD tengah melakukan upaya untuk membantu warga yang terdampak banjir. Ada 1.300 jiwa yang terdampak banjir di desa tersebut.

"Kita membuat posko di rumah petinggi untuk memudahkan koordinasi dengan pihak terkait. Untuk di lapangan kita mendirikan dapur umum dan menggaet dunia usaha untuk menyalurkan CSR-nya dan mulai mengalir, seperti nasi bungkus, logistik lainnya," ujar Arwin.

"Untuk kesehatan kita juga terjunkan dari Dinas Kesehatan Jepara untuk memantau kesehatan warga, kita siapkan satu perahu, jika ada yang sakit segera kita obati. Makan sore dan malam ini juga proses siapkan sehingga masyarakat tidak kelaparan," sambung dia.

Arwin mengatakan BPBD Jepara juga mengirimkan truk tangki berisi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Sebab sumur warga terendam banjir dan kondisinya kotor.

"Terakhir ini kita siapkan truk tangki air bersih. Karena posisi sumur banyak terendam air jadi kotor. Kita juga siapkan truk tangki dan patroli lokasi-lokasi yang bisa dijangkau," jelasnya.

Meski banyak warga terdampak banjir, lanjut dia, warga di desa itu tidak ada yang mengungsi. Seribuan warga terdampak banjir tetap bertahan di rumah. Apalagi sore ini mulai berangsur surut.

"Warga tidak ada yang mengungsi dan bertahan di rumah masing-masing," ungkap Arwin.

"Cuman kita standby di sana sampai situasi kondusif, karena situasi saat ini infonya mendung masih gelap dan gerimis. Kita khawatir kan nanti malam hujan, bisa genangan banjir naik lagi. Karena menurut BMKG kan curah hujan selama bulan Januari ini tinggi," lanjutnya.

Dia juga menyebut banjir di Desa Clering karena jebolnya tanggul di Sungai Ngasem hingga 3 titik di desa setempat. Dampaknya genangan banjir meluap ke permukiman warga.

"Ada satu RW dan enam RT yang terdampak, dengan 460 KK dan 1.300 jiwa," kata Arwin.

(ahr/ahr)