Hanyut Saat Main di Sungai Brondong, Bocah 9 Tahun Meninggal

Robby Bernardi - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 14:41 WIB
Proses pencarian bocah hanyut di Sungai Brondong Pekalongan, Minggu (16/1/2022).
Proses pencarian bocah hanyut di Sungai Brondong Pekalongan, Minggu (16/1/2022). Foto: dok. Polsek Kesesi
Pekalongan -

Seorang bocah di Pekalongan, Jawa Tengah, dilaporkan hanyut di Sungai Brondong pagi tadi. Danang Farhan Febrian (9) itu ditemukan di selatan pintu air yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi hilangnya korban dan akhirnya meninggal dunia di puskesmas.

"Ya tadi sekitar pukul 09.00 WIB, anggota Polsek Kesesi menerima laporan adanya anak yang hanyut di sungai Brondong," kata Kapolsek Kesesi, AKP Farid saat dihubungi detikcom, Minggu (16/01/2022).

Farid menerangkan korban mulanya bermain bersama empat temannya, warga Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen, menuju ke Sungai Brondong. Keempatnya kemudian bermain sungai di dekat bendungan.

"Karena arus air sungai deras, korban terbawa arus dan keempat saksi tersebut tidak bisa menolong. Kemudian, teman-temannya melapor ke warga sekitar, kemudian diteruskan ke desa dan kita," terang dia.

Kala itu, warga dan keluarganya berusaha mencari korban yang hanyut hingga ke arah bendungan. Namun, pencarian nihil, dan akhirnya korban ditemukan tersangkut pintu air.

"Pintu Bendungan Brondong akhirnya dibuka dan warga menunggu di bawahnya, sekitar pukul pukul 10.00 WIB, korban ditemukan sesaat setelah pintu Bendungan Brondong tersebut dibuka," jelas Farid.

Farid menyebut korban ditemukan dalam kondisi lemas dan dilarikan ke Puskesmas Kesesi I. Nahas, korban akhirnya meregang nyawa.

"Korban dibawa ke Puskesmas Kesesi 1 untuk dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan meninggal dunia," ucap Farid.

Oleh petugas, jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Farid pun mengimbau agar para orang tua memantau anak-anaknya saat bermain.

"Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan segera akan melakukan pemakaman," kata Farid.

"Harapan kita jangan sampai ada korban lagi. Jadi, kami harapkan peran para orangtua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. Sangat berbahaya bermain di sungai, apalagi musim seperti saat ini, yang sewaktu-waktu air datang dari hulu," pungkas dia.

(ams/ahr)